Teknologi

Hadapi Era Elektrifikasi, Pertamina Bangun Pabrik Baterai

ENERGIBANGSA.ID – Sebagai perusahaan energi, PT Pertamina (Persero) telah melakukan persiapan dan bertransformasi dalam menjalankan bisnis energi terbarukan.

Hal itu juga seiring dengan program pemerintah dalam mempercepat elektrifikasi kendaraan berbasis baterai, Pertamina tengah mempersiapkan konsep baru, salah satunya dengan memproduksi baterai kendaraan.

Dilansir dari detikcom, Senior Vice President Research & Technology PT Pertamina, Dadi Sugiana mengatakan bahwa pihaknya menyadari energi transisi akan terjadi dan elektrifikasi itu suatu hal yang tidak bisa ditolak.

“Pertamina menempuh cara ini karena sadar bahwa minyak bumi akan habis dan tak bisa diperbarui. Untuk itu, kami melakukan diversifikasi bisnis,” jelasnya.

“Kita tahu bahwa kita pertama yang akan bebas internal combustion engine (kendaraan dengan sistem pembakaran) di Inggris pada 2021 yang tidak memperkenankan lagi memproduksi kendaraan dengan internal combustion engine. Sehingga kita, fokus utamanya untuk membangun industri baterai dalam waktu cepat,” ujar Dadi, di sela-sela kegiatan Pertamina Energy Forum pada, Rabu (27/11/2019).

Maka dari itu, kini Pertamina tengah mempersiapkan untuk energi terbarukan hingga pada 2026, salah satunya dengan membangun pabrik baterai dengan kapasitas 1.300 MWh.

“Kita akan bangun pabrik baterai, dengan kapasitas nanti berjalan 1.300 MWh. Namun nanti aktualnya akan kita pasang 4GW,” ujar Dadi.

“Dan kita targetkan pada 2022 punya demo baterai dengan kapasitas 200 MWh,” tambahnya.

Menurut Dadi Sugiana, Indonesia memiliki potensi yang besar terhadap industri baterai. Mengingat salah satu bahan utama baterai adalah nikel, dan Indonesia memiliki sumber daya alam nikel yang cukup melimpah.

“Tentang baterai, kenapa Indonesia harus masuk ke industri baterai. Kita tahu baterai itu formulasinya mengandung nikel tertinggi atau 80 persennya baterai itu nikel, Siapa yang punya nikel saat ini? Kita produsen nikel terbesar di dunia,” ujarnya.

Pertamina tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan besar ini, maka dari itu Pertamina hendak mengoptimalkan apa yang kita punya saat ini. Semoga niat itu menjadi berkah bagi banyak pihak.

Related Articles

Back to top button