Pendidikan

Gus Yusuf: Santri Harus Mandiri, Jangan Antre Jadi PNS

ENERGIBANGSA.ID – Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa eksistensi pondok pesantren adalah bukti bahwa pesantren memiliki daya kemandirian yang kuat. Meski sudah berganti generasi, tidak menerima dana bantuan pun masih bisa survive.

“Siapapun pemimpinnya, siapapun rezimnya, pesantren akan tetap hidup lestari di bumi Indonesia,” tegas KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) pada Rapat Koordinasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis pesantren se-Jawa Tengah dan DIY di SMK Syubbanul Wathan Magelang, sebagaimana dilansir nu.online

Dalam mengelola Sekolah Menegah Kejuruan berbasis pesantren ini, para pengurus juga harus memiliki semangat dan optimisme tinggi. Jika ada niatan sungguh-sungguh dalam mengelolanya, maka pasti akan mendapatkan hasilnya.

“Tugas pemerintah menfasilitasi rakyat, tapi jangan juga menjadi ketergantungan dengan pemerintah,” tegasnya.   Kemandirian dalam mengembangkan SMK berbasis pesantren, lanjut Gus Yusuf, akan menghasilkan pula para alumni dari SMK yang mandiri dan berdaya saing.

Hal ini secara signifikan akan membantu pemerintah dalam mencetak para wirausahawan-wirausahawan yang tidak membebani pemerintah.

“Santri harus mandiri tidak menambah panjang antrian (pendaftar) PNS. Kita bisa membantu meringankan beban negara,” ujarnya.  

Selain ikhtiar lahir dengan mendirikan SMK untuk mencetak orang-orang yang mandiri, SMK pesantren juga memiliki kelebihan lain yang tidak di miliki SMK atau sekolah umum lainnya. Kelebihan itu adalah ikhtiar batin dalam bentuk doa.  

“Orang lain berpikir fatihah hanya untuk shalat saja. Tapi fatihah bagi santri bisa untuk apa saja. Mau buka toko baca fatihah, mujahadah, mau buka usaha baca fatihah,” ujarnya.  

maka dari itu, Gus Yusuf mengajak kepada para seluruh elemen SMK berbasis pesantren termasuk para peserta didiknya agar senantiasa menancapkan optimisme dan keyakinan positif pada setiap langkah yang dilalui.

Related Articles

Back to top button