fbpx
Kabar Indonesia

Gubernur Jateng Buka Coaching Clinic Politik Bagi Mahasiswa

ENERGIBANGSA.ID – Mahasiswa sebagai energi muda harus dibekali dengan berbagai ilmu, terlebih tentang ketata negaraan dan pemerintahan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menawarkan coaching clinic pemerintahan dan politik yang diperuntukkan bagi mahasiswa. Dalam prakteknya mahasiswa diajak ngantor dan menjalani kegiatan sehari-hari.

Tawaran tersebut disampaikan Ganjar untuk menjawab Fatma Zahra, mahasiswi asal Universitas Sumatera Utara yang mengikuti seminar Nasional Dinamyc Govermance, Wajah Baru Reformasi Birokrasi Indonesia di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Senin (4/10/2019).

Gubernur Jateng Buka Coaching Clinic Politik Bagi Mahasiswa

Sebelumnya, kepada ribuan mahasiswa peserta seminar Gubernur Jateng itu mengisahkan program Satu Hari Bersama Gubernur yang beberapa kali mengikutsertakan siswa SMA.

“Saya tawarkan, kalau mau ikut saya gantian. Tiap Minggu gantian ngantor di tempat saya. Malah bisa jadi coaching clinic soal politik dan pemerintahan,” kata Ganjar.

Menurut Ganjar, jika mahasiswa yang mengikuti program Satu Hari Bersama Gubernur, kesempatan mengimplementasikan pengetahuan dan pengalaman selama mengikuti akan lebih besar. Selain pemikiran, ruang gerak mahasiswa juga lebih luas.

“Bukan hanya siswa, tapi mahasiswa dan itu lebih strategis. Karena mereka akan punya pengalaman lebih,” katanya.

Saat memberi penjelasan kepada Fatma, Ganjar dengan gaya khasnya berkelakar agar mahasiswi asal Sumatera Utara tersebut pindah ke Jawa Tengah agar bisa ikut program tersebut.

“Pindah saja ke Jawa Tengah biar bisa ikut. Tapi Gubernur Sumut ok juga kok, semoga juga ada program seperti itu,” katanya.

Gubernur Jateng Buka Coaching Clinic Politik Bagi Mahasiswa

Kata Fatma Zahra, Universitas Sumatera Utara sangat tertarik dengan program Satu Hari Bersama Gubernur yang dicanangkan oleh Ganjar Pranowo.

Menurutnya itu sebuah inovasi agar pejabat bisa mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Tapi kebanyakan birokrasi, di Pemerintahan ataupun kampus susah untuk seperti itu. Pengin ikut program itu, tapi kan saya di Sumut. Semoga saja gubernurku ada program seperti itu,” katanya. (*)

Related Articles

Back to top button