Review

Gotong-royong Wujudkan “Kampung Mandiri” di Perumahan

ENERGIBANGSA.ID (Semarang Raya) – Tak disangka, warga Perumahan Bukit Sukorejo RT 04/ RW 10 Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang saat ini sedang mewujudkan kampung mandiri di komplek perumahan. Awalnya, warga yang mendiami Blok D di perumahan itu iuran untuk membuat media tanaman hidroponik. Dengan uang seadanya, empat instalasi media hidroponik selesai dirangkai sejak bulan lalu. Selanjutnya, warga secara bergotong-royong menanam jenis tanaman sayur seperti kangkung, selada, hingga bawang merah.

Tidak hanya itu, media tanam berbahan polybag juga terisi tanah siap tanam. Berbeda dengan hidroponik yang menggunakan air sebagai medianya, polybag yang telah siap dengan tanahnya kemudian ditanami jahe, cabe, serta beberapa tanaman lainnya.

Menurut keterangan Arif, ide tersebut bermula dari diskusi kecil kelompok dasa wisma (dawis), kemudian direalisasikan dalam kegiatan nyata. Saat ini warga telah memanfaatkan keuntungan dari jerih payah bersama.

“Awalnya ibu-ibu dawis ngobrol biasa, lalu direspon bapak-bapak dan selanjutnya dibuatlah instalasi hidroponik. Setelah tiga setengah minggu, kita sudah bisa panen kangkung dan sayur segar. Jadi hemat, tidak usah beli”, kata Arif saat ditemui energibangsa.id.

Semangat warga untuk mewujudkan kampung mandiri pun semakin membara. Naluri bisnis mereka juga nampak sedang bergelora. Kini warga bahkan mulai merintis bisnis, menjual tanaman hias dalam pot. Tanaman bunga tersebut dibelinya dari Bandungan Kabupaten Semarang, lalu dipasarkan di Semarang Kota.

Kabarnya, semua warga berhak menjadi tim pemasaran. Mereka memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Sedangkan keuntungan dari hasil penjualannya dimasukkan pada kas warga. Uang yang telah terkumpul kemudian dibelanjakan lagi tanaman hias, serta dijualnya kembali. Lambat laun, modal yang terkumpul menjadi besar dan dijadikan modal untuk bisnis lainnya. Ke depan, warga sudah bisa mendapatkan bagi hasil keuntungan penjualan tanaman tersebut.

Warga berharap agar giat kampung mandiri yang dilakukan kelompok dawis bisa dipraktikkan oleh dawis atau warga Semarang lainnya. Selain menanam sayur untuk dikonsumsi pribadi, warga juga dapat berbisnis dan memperoleh keuntungan sisa hasil usaha. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang berimbas pada keterpurukan ekonomi masyarakat.

“Hasilnya lumayan, warga bisa lebih hemat, sehat dan untung. Karena semua warga baik bapak maupun ibu dawis terlibat dalam kegiatan penanaman serta tim penjual tanaman hias”, imbuh Asih (dik/eb)

Related Articles

Back to top button