Gaya HidupRagam Bangsa

Gobak Sodor di Era Milenial

ENERGIBANGSA.id – Sobat Energi tentunya kerap mendengar istilah generasi milenial, yaitu satu era dalam generasi yang juga dikenal sebagai Generasi Y. Sedangkan Gen Y atau Generasi Langgas adalah kelompok demografi setelah Generasi X (Gen-X). Tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini. Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran. Informasi demikian ini bisa kita dapati dalam wikipedia.

Wikipedia juga menyajikan informasi bahwa yang disebut generasi milenial pada umumnya adalah anak-anak dari generasi Baby Boomers dan Gen-X yang tua. Milenial kadang-kadang disebut sebagai “Echo Boomers” karena adanya ‘booming’ (peningkatan besar) dalam tingkat kelahiran yang terjadi pada tahun 1980-an dan 1990-an.

Nah, energi bangsa kali ini akan menyajikan sebuah permainan tradisional yang biasa dimainkan oleh anak-anak pada era 90an, Gobak Sodor. Berdasarkan porosbumi.com, permainan Gobak Sodor juga dikenal dengan nama Galah Asin atau Galasin. Permainan di Indonesia sudah terkenal dari dulu sampai sekarang. Permainan ini disebut asli dari Indonesia dan banyak dimainkan karena memiliki cara bermain dan manfaat yang bagus.

Sobat Energi Bangsa tentu setuju kalau permainan ini ditenarkan kembali, mungkin bila dipandang perlu muncul sebagai karya intelektual tradisional atau sebagai jenis permainan yang harus dilindungi dari kepunahan. Hehe… Permainan kok punah sih? Yah, maksud penulis sih menjaga tradisi, baik itu perilaku maupun bentuk permaian, terlebih yang memiliki makna.

Kata gobak dan sodor memiliki arti bergerak dengan bebas dan tombak. Sobat Energi perlu tahu bahwa permainan tradisional ini pertama kali terkenal di wilayah pulau Jawa, tepatnya dari daerah Yogyakarta. Karena itu ada yang menduga, gobak sodor berasal dari Yogyakarta. Menurut penuturan aki-aki dan nini-nini yang sudah kembali pada Sang Penciota, mulanya permainan ini dilakukan oleh prajurit di zaman kerajaan sebagai latihan perang melawan musuh untuk melatih keterampilan strategi. Sejarah ini mungkin masih sedikit sekali yang mengetahuinya tetapi begitulah kira-kira awal mula permainan gobak sodor.

Untuk bermain, para pemaian harus dibagi dalam dua grup yang berbeda, dimana masing-masing tim biasanya terdiri dari 3 sampai 5 orang atau bahkan lebih. Cara bermainnya juga menarik, yaitu antar tim saling menghadang secara bergantian agar yang menjadi lawan tidak bisa lolos dalam melewati garis-garis pembatas hingga bolak-balik. Untuk itu, jangan ada satu pemain yang tertangkap atau tertahan oleh penjaga agar bisa memenangkan permainan ini. Semua kawan dalam satu kelompok harus selamat selama proses bolak-balik dalam area garis yang sudah di tentukan.

Rupanya, gobak sodor ini termasuk dalam jenis permaian yang paling dirindukan di milenial. Kalau sobat energi bergaul dengan Mak-mak milenial atau Mahmud, mamah muda yang kira-kira anaknya baru SMP akan melihat antusias mereka begitu mendengar kata ‘Gobak Sodor’, setidaknya kalau Sobat Energi berada di arena rapat RT atau arisan PKK akan mendengar hal ini.

“Anak zaman sekarang kalau sudah main hp, anteng, tenang. Gak paham kalau zaman kita dulu, biasanya bermain gobak sodor, tung oyak patung, dakon, bekel dan sebagainya,” demikian salah satu ilustrasi percakapan dalam forum tersebut.

Nah, apakah Sobat Energi tertarik untuk bermain gobak sodor?

Related Articles

Back to top button