fbpx
Ekonomi & BisnisKabar IndonesiaPendidikan

Gerakkan Siswanya Berwirausaha, Badan Usaha Milik SMK Swadaya Semarang Catat Omset Lebih dari 100 Juta

SEMARANG, Energibangsa.id – Sekolah Menengah Kejuruan, atau lazim diseut SMK adalah sekolah yang menonjolkan pendidikan vokasi daripada sekedar pembelajaran teori.

Hal itulah yang coba dibuktikan oleh SMK Swadaya Semarang. Sekolah vokasi yang memiliki dua jurusan BDP (Bisnis Daring Pemasaran) dan AKL (Akuntansi Keuangan Lembaga) itu membangkitkan geliat ekonomi, mulai dari internal sekolah.

Di saat pandemi covid-19, persoalan ekonomi menjadi problem serius semua kalangan, termasuk juga wali murid di SMK Swadaya.

Bangun Toko Online

Namun problem itulah yang kemudian menjadi cambuk untuk bersinergi dan mengoptimalkan bisnis dengan sistem teknologi.

Melalui sistem e-commerce, atau toko online http://store.smkswadaya.com/ itu, Unit Produksi atau Badan Usaha Milik SMK Swadaya itu mencatatkan rekor baru; yakni Rp 100 juta dalam 7 bulan.

Gerakkan Siswanya Berwirausaha, Badan Usaha Milik SMK Swadaya Semarang Catat Omset Lebih dari 100 Juta
Penyerahan hasil usaha secara simbolis oleh Kepala Unit Produksi (SMK Swadaya)

Yanuar Aris Budiarto, S.IP, Kepala Unit Produksi SMK Swadaya Semarang, mengaku angka itu masih jauh dari target yang dicanangkan.

“sebenarnya growth ini masih jauh dari angka yang ditargetkan, tapi meski begitu pencapaian ini tetap kami syukuri. Apalagi di masa-masa pandemi seperti ini, bisa bertahan saja sudah bagus,” jelasnya.

Aris berharap pembelajaran tatap muka segera dilakukan, agar program merdeka belajar dan merdeka usaha bisa turut menggerekkan roda perekonomian, dan tentu saja memperbesar omset bisnis.

Memulihkan Ekonomi

Terpisah, Fadlul Khoiruddin Bashory, S.Ei, Manajer Operasional Unit Produksi (Badan Usaha Milik Sekolah) menjelaskan bahwa sebelumnya, Unit Produksi di SMK Swadaya telah mencatat omset sekitar 60 juta dalam kurun waktu 6 bulan.

“sebelumnya telah mencapai omset enam puluh juta selama enam bulan, itupun siswa kami baru bergerak sekitar 40%,” terangnya.

Alul, sapaan akrabnya, mengaku selama masa pandemi ini ia bersama tim Unit Produksi, mengajak semua siswa-siswanya untuk menggerakkan perekonomian dengan program merdeka belajar dan merdeka usaha.

Menurut pria yang juga menjabat Kepala Jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran itu, program merdeka belajar dan merdeka usaha itu juga untuk turut membantu upaya pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional.

“ya (memulihkan ekonomi) mulai dari lokal dulu, caranya dengan mengajak siswa-siswi di SMK Swadaya untuk ikut berdagang melalui channel digital, pemasaran online,” lanjutnya.

Meski diakuinya, pemasaran online-offline tetap dioptimalkan semua.

“ini juga dalam rangka turut menyiapkan bibit-bibit unggul untuk mengoptimalkan bonus demografi Indonesia di masa depan,” pungkasnya. (*)

Related Articles

Back to top button