EssaiOpini / Gagasan

Generasi 90-an Adalah Generasi Paling Bahagia

oleh : Siti Nurhayati

ENERGIBANGSA.ID – Munculnya trend 90-an seperti fashion, foto, film, lagu dan beberapa hal lainnya di beberapa tahun belakang ini, banyak menimbulkan pertanyaan, benarkah generasi 90-an adalah generasi paling bahagia? Bagi saya pribadi, iya.

Buat kalian yang terlahir pada era 90-an, pasti masa kecil kalian sangat menyenangkan dan memorable. Segala hal yang kita lakukan pada saat itu terasa menyenangkan dan sangat manis untuk dikenang.

Hal-hal sederhana masa silam ternyata sangat ampuh menumbuhkan kerinduan pada masa sekarang ini. Nah untuk itu kita nostalgia sebentar yuk, mengingat hal menyenangkan sewaktu kita kecil dan remaja.

Dulu kalau main personelnya harus nyamain warga satu kampung baru bisa dikatakan definisi bermain yang sesungguhnya, karena biasanya permainan selalu ada musimnya. Musim layangan, musim kelereng, musim ceple’an kartu.

Bermain sepertinya sebuah rutinitas yang wajib dilakukan anak 90-an yah sobat energi. Jaman dulu gadget-gadget canggih seperti sekarang ini belum ada. Permainan tradisional yang dimainkan generasi 90-an adalah permainan yang rata-rata harus dilakukan dengan banyak orang.

Nah jadi pada ngerti kan sekarang, kenapa anak 90-an kalo main rame-rame kaya’ orang mau tawuran hehe. Beda sama generasi sekarang yang kalo main individu dan dan tidak bertatap muka secara langsung.

Beberapa permainan jaman dulu yang hits adalah gobak sodor, petak umpet, kelereng, lompat tali dll. Pantang pulang sebelum maghrib berkumandang pokoknya. Setidaknya beberapa alasannya adalah sebagai berikut:

Pertama, Hari minggu adalah waktunya istirahat dan bersantai ria. Sama layaknya sekolah, bermainpun libur ketika hari minggu. Anak generasi 90-an lebih memilih duduk manis di rumah ketika hari libur dengan nonton TV.

Meskipun para generasi 90-an tidak memegang gadget, mereka nggak bete-bete banget kok sobat energi. Hari minggu adalah hari menonton kartun maraton. Dari adzan subuh berkumandang saluran tv sudah menyajikan film-film kartun yang seru-seru abis pastinya.

Banyak banget pilihan serial kartun yang disuguhkan seperti kapten tsubatsa, cat & dog, Ninja Hatori, Detective Conan, Hamtaro, Crayon Shincan, Pokemon, Dragon Ball, marsupilami, dll. Kalo favorite sobat energi yang mana nih ?

Kedua, Masa kecil generasi 90-an belum teracuni oleh cinta-cintaan. Jika kita berjalan-jalan di social media khususnya instagram, pasti kita menemukan banyak parodi-parodi anak kecil menanyikan lagu galau, lagu cinta bahkan video-video mereka pacaran. Huft sepertinya anak generasi sekarang terlatih bucin sejak dini.

Anak generasi 90-an mana pernah galau mana tau cinta-cintaan penuh drama kaya sekarang ini. Rata-rata generasi 90 hanya mendengarkan lagu yang memang untuk seusianya.

Generasi 90-an nih paling taunya cuma lagu diobok-obok, libur telah tiba, bolo-bolo gitu-gitu aja. Jaman dulu belum ada lagu harusnya aku belum ada lagu Cuma rindu hehe

Ketiga, klasifikasi Kaum Bangsawan dan Kamseupay tapi nggak pernah bikin ribut dan perpecahan. Pada era 90-an nih sobat energi, ada beberapa benda yang kalo kita miliki, kita udah berasa paling wow banget. Nah bagsunya di era 90-an gak ada nih yang namanya gengsi-gengsian. Mereka nggak pelit- pelit berbagi.

Anak 90-an pasti paham nih serutan sultan serutan yang bentuknya kaya dispenser mini. Bagi kaum kamseupay, ya cuma bisa minjem doang haha. Belum lagi nih anak sultan yang punya nintendo, bagi kaum kamseupay cukup main gameboy atau yang sring kita sebut gembot aja udah bahagia. Oooo iya satu lagi yaitu melihara hewan di tamagotchi senengnya nggak ketulungan.

Keempat, Gak perlu uang banyak untuk bahagia. Anak generasi 90-an gak butuh uang banyak buat bahagia. Gimana engga, harga jaajan pada tahun 90-an rata-rata murah meriah.

Gak ada yang namanya anak sd jajan di minimarket paling mentok chiki 500-an itupun nyari yang dalemnya ada hadiahnya haha.

Para generasi tak terlalu mikirkan keuangan karena yang mereka pikirkan hanya bermain. Bermain dengan teman-teman adalah kebahagian tersendiri bagi mereka, dan terbukti hingga detik ini, moment-moment bermain bersama teman msih menjdi memori termanis paling bahagia di ingatan generasi 90-an.

Apalagi main bola hujan-hujanan dilapangan, kalo belum di jewer sama emak nggak akan pulang-pulang. Pokonya bahagia se-sederhana itu.

Memang menjadi anak-anak itu menyenangkan yah sobat energi. Tapi bagaimana pun waktu terus berjalan umur pun kian bertambah. Kita tidak bisa kembali menjadi anak kecil yang hanya memikirkan main, main dan main. Semoga kisah klasik masa lalu bica kita ceritakan untuk anak-anak kita kelak.

  • Siti Nurhayati, mahasiswa Ilmu Komunikasi UDINUS Semarang

Related Articles

Back to top button