fbpx
Kabar Daerah

Gegara Warisan, Seorang Ibu Dilapor Oleh Anak Kandung Ke Polrestabes Semarang

SEMARANG, energibangsa.id – Seorang ibu di Kota Semarang, Meliana W (64), dikabarkan dipolisikan anak kandungnya sendiri tentang pemalsuan surat dan keterangan palsu dalam akta otentik terkait warisan.

Dilansir dari detikcom, Kamis (04/03/2021),Meliana dilaporkan anak ketiganya berinisial J ke Polrestabes Semarang.

Kuasa hukum Meliana, Deddy Gunawan, mengatakan kliennya dimintai klarifikasi di Mapolrestabes Semarang siang tadi.

Namun, Meliana belum bisa memberikan keterangan karena terkejut dengan tuduhan anaknya itu.

Berawal dari dua bidang tanah

Kasus ini berawal dari dua bidang tanah di kawasan Gajahmungkur, Semarang akan diberikan kepada anak pertama Meliana, bernama Tommy.

Kemudian datang wanita berinisial R yang adalah teman almarhum suami Meliana menawarkan bantuan.

“Dua bidang tanah kecil, 220 meter dan 221 meter persegi, sertifikat atas nama Pak Sardjono, almarhum suami Bu Meliana. Bu R ini teman dari suami bu Meliana,” jelas Deddy.

Dalam surat akta waris itu tercantum ada satu ahli waris yaitu anak pertama Meliana, padahal dia memiliki empat anak.

Dinilai ada kejanggalan, Meliana kemudian berupaya mengembalikan akta waris itu menjadi atas nama suaminya.

Berakhir diadukan ke polisi

Namun naas, Meliana malah diadukan oleh anak ketiganya ke Polrestabes Semarang. Upaya mediasi dengan kuasa hukum J juga sudah berjalan, namun buntu.

“Ketika kami mencoba mediasikan, Ibu Meliana menolak (memberi warisan) karena masih hidup,” terang Deddy.

Terjerat pasal 263 dan pasal 263 KUHP

Deddy menyebut aduan ini masuk ke polisi pada Desember 2020. Meliana disangkakan dengan pasal 263 ayat 1 dan 2 serta pasal 266 KUHP.

“Pasal 263 ayat 1 dan 2, tentang surat palsu. Menurut saya ini tidak masuk karena klien saya ini tidak memalsu. Pasal 266 yaitu menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam fakta otentik yang menimbulkan kerugian,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Meliana tampak terpukul dengan kasus ini. Dengan sesenggukan, dia mengaku diteror oleh anak ketiganya soal warisan.

“Anak saya yang durhaka itu, memaksa minta warisan kepada saya dan saya masih hidup. Anak ini sering meneror saya sudah bertahun-tahun,” ujar Meliana dengan suara bergetar.

Dalam jumpa pers ini, Meliana juga didampingi anak pertamanya Tommy dan anak keduanya.

Tommy berharap kasus ini bisa diselesaikan dengan kekeluargaan mengingat kondisi ibunya yang terpukul. (Nicola/EB)

Related Articles

Back to top button