fbpx
Ekonomi & Bisnis

Gegara #LapakGanjar, Dagangan Mereka Laris, Begini Kisahnya!

SEMARANG, energibangsa.id – Pelaku UMKM di Jawa Tengah yang ikut dalam program Lapak Ganjar disebut masih bisa tersenyum di tengah pandemi.

Situasi sulit tak menyurutkan semangat mereka untuk terus berproduksi dan memasarkannya.

Kisah pelaku UMKM

Saprilla Haries termasuk pelaku UMKM yang ketiban manfaat. Usai ikut #LapakGanjar, Musisi asal Bayanan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang ini bisa tersenyum.

Dia mengaku, produk jamu buatannya, Jamu Migunani (@jamu_migunani), pernah di- repost di #LapakGanjar.

Kini produknya dikenal masyarakat, tidak hanya di dalam kota, tapi juga luar daerah bahkan provinsi lain.

“Saat itu di Instagram Pak Ganjar edisi delapan produk herbal, saya coba masuk ke situ biar di- repost pak Ganjar. Akhirnya, di-repost juga sama IG (Instagram)-nya Pak Ganjar, “ terangnya.

Gegara #LapakGanjar, Dagangan Mereka Laris, Begini Kisahnya!

Alhamdulillah setelah di-repost Pak Ganjar, memang otomatis banyak yang lihat, banyak yang penasaran dengan jamu saya, banyak yang order, ” sambungnya.

Pelanggan terus bertambah

Meski sudah beberapa bulan lalu, imbuhnya, sampai sekarang imbasnya keikutsertaan di Lapak Ganjar masih dirasakan. Pelanggan jamunya terus bertambah.

“Dari Semarang, Purwokerto ada yang order. Dari Pekalongan, bahkan Jakarta juga ada pesana, ”bebernya.

Hal yang sama juga melayani Bayu Dwi Hartono, pemilik usaha @ bayufist_art.co, yang bergerak di sektor kerajinan logam Desa Tegalrejo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali.

Makin terkenal

Dia mengatakan, keikutsertaan usahanya di Lapak Ganjar membuat usahanya dikenal.

Dulu, pasarnya kebanyakan di luar Jawa, tapi sekarang produknya sudah dikenal di Jawa Tengah.

“Alhamdulilah ada kenaikan orderan setelah di-repost Lapak Ganjar. Selama pandemi, ketertiban menurun. Harga plat (bahan baku logam) naik dan orderan turun. Setelah ada Lapak Ganjar ada kenaikan sedikit demi sedikit, ”ungkap Bayu.

Gegara #LapakGanjar, Dagangan Mereka Laris, Begini Kisahnya!

Dikatakan, kerajinan yang produksinya adalah logam dengan bentuk ukiran, hiasan dinding, lampu nabawi, bak mandi, wastafel, dan segala handmade.

Dengan omzet per bulan orderan diharapkan per bulan Rp15 juta. Jumlah pekerja ada total tujuh orang. Dia pun mengapresiasi langkah Gubernur atas dicanangkannya program #LapakGanjar.

“Terima kasih untuk pak Ganjar karena dengan Lapak Ganjar nama bayufis art bisa dikenal masyarakat Jawa Tengah,” ucapnya.

Program Lapak Ganjar juga membuat perajin tas kertas (paper bagcustom Yuni Kurniawati, bernafas lebih lega.

Usaha juga berkembang

Perempuan asal Desa Lemahireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang mengaku, usai ikut Lapak Ganjar, usaha kerajinan tasnya berkembang.

“Ikut Lapak Ganjar. Akhirnya banyak yang tahu, ”ungkap Yuni.

Bahkan, saat ini dalam satu bulan usaha tasnya yang memiliki akun Instagram @qilthafprint, bisa memproduksi tas.

Selain itu, produknya memiliki keunggulan yaitu tas yang dipesan bisa menyesuaikan selera dan bujet pemesan.

Tak jauh beda juga disampaikan oleh perajin gitar berbahan kayu di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Joko Santoso.

Pemilik usaha kerajinan gitar dengan akunnya @ooxguitarmaker ini menuturkan, selain dipasarkan secara offline , juga online melalui media sosial. Termasuk akhirnya, foto produknya di-repost di Lapak Ganjar.

“Saya pernah ikut Lapak ganjar. Dan akhirnya banyak yang tahu karena melihat dari Lapak Ganjar, ”kata pria yang akrab dipanggil Oox.

Tokoh publik juga memesan gitar produksinya. Mulai dari artis dangdut Fildan, gitaris nasional Stevi Item dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (*)

Related Articles

Back to top button