Garuda Indonesia Drone
Potret Drone yang akan digunakan Garuda Indonesia untuk angkuta kargo. (dok.suarantb.com)
Ekonomi & BisnisKabar IndonesiaNasionalTeknologi

Garuda Indonesia Jadi Pelopor Angkut Kargo dengan Drone

0

ENERGIBANGSA.ID—Maskapai Garuda Indonesia atau PT. Garuda Indonesia Tbk tengah serius mengembangkan bisnis sektor logistik. Salah satu terobosan yang akan dilakukannya yaitu dengan mengirimkan barang atau logistik menggunakan drone atau Unmanned Aerial Vehicle.

Rencana ini telah dijajaki oleh Garuda sejak awal tahun ini. Perusahaan milik negara ini pun menargetkan pada triwulan ke 4 tahun 2019, pihak bakal menggunakan pesawat tanpa awak tersebut. Menggandeng Pabrikan asal China, Beihang UAS Technology Co. Ltd, Garuda berencana mengoperasikan hingga 100 unit drone di Indonesia.

Merujuk dari data yang dihimpun tim energibangsa.id, Garuda akan menjadi transportasi yang mempelopori sebagai perusahaan jasa logistik yang menggunakan transportasi tanpa awak untuk mengirim logistik  di Indonesia.

Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia, Mohammad Iqbal mengatakan penggunaan drone menjadi opsi yang ideal dalam fokus maskapai untuk mengoptimalkan potensi pasar dan pendapatan kargo udara.

Sedangkan menurut IGN Askhara Danadiputra, Direktur Utama Garuda Indonesia, penggunaan drone lebih efisien dalam hal konsumsi bahan bakar dan penggunaan tenaga kerja.

Selain lebih efisien dan irit bahan bakar, penggunaan drone juga membuat investasi menjadi lebih kompetitif dibandingan dengan jenis armada yang konvesional untuk angkutan kargo udara. Dengan drone, Garuda mampu mengirimkan secara door to door yang menjangkau seluruh wilayah nusantara dalam waktu 24 jam.

Garuda akan menggunakan drone untuk mengirimkan barang ke daerah-daerah pelosok Indonesia yang sulit untuk dijangkau. “Drone akan digunakan kirim barang ke daerah pelosok seperti Papua yang bergunung-gunung dan berbukit-bukit. Resiko penerbangannya sangat tinggi. Kalau pakai drone kan lebih aman,” jelas Askhara, yang dikutip energibangsa.id dari finance.detik.com.

Iqbal mengungkapan penggunaan drone diharapkan dapat menghubungkan wilayah remote dengan fasilitas bandara yang terbatas seperti di daerah Maluku, Papua dan Sulawesi yang kaya dengan marine product.

Di tahap awal ini, Garuda Indonesia merencanakan mengoperasikan sebanyak 3 unit drone berjenis BZK-005 di kuartal keempat 2019. Ketiga drone ini diproyeksikan dapat mengangkut beban angkutan kargo hingga mencapai 1,2 ton dengan jarak tempuh mencapai 1200 kilometer di ketinggian 5.000 meter.

Iqbal menuturkan bahwa saat ini perusahaan Garuda Indonesia sedang terus melaksanakan koordinasi intensif bersama seluruh stakeholder terkait kajian regulasi hingga tata laksana operasional teknologi tersebut agar berjalan lancar.

Sementara proses uji coba teknologi drone dari segi kelaikan bandara, kendali lalu lintas udara, sampai meteorologi rencananya akan dimulai diuji cobakan pada bulan September 2019.

“Proses pengiriman yang cepat dan mampu menjangkau daerah dengan kondisi wilayah yang sulit akan memantu pengelolaan komoditas di Indonesia semakin efektif dan efisien,” imbuhnya.

Lebih lanjut, menurut Iqbal, pemanfaatan penggunaan drone untuk mengirim kargo juga sejalan dengan perkembangan bisnis e-commerce yang terus tumbuh pesat, hingga 21 persen pada 2019.

Dengan demikian Perusahaan BUMN ini begitu optimis angkutan kargo dengan drone mampu  menunjang pertumbuhan ekonomi lewat penyediaan jasa distribusi kargo udara yang lebih efektif dan efisien.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Indonesia-Laos Buka Peluang Kerjasama Antar BUMN

Previous article

Pemerintah Fokus Bangun Kualitas Sumber Daya Manusia Hingga 2024

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.