Kabar IndonesiaKesehatan

Gantikan Plastik, Siswi MAN Kudus Ciptakan Pembungkus Makanan yang Bisa Dikonsumsi

ENERGIBANGSA.ID – Kreatifitas datang dari dua siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kudus yang eksperimennya berhasil mengatasi permasalahan limbah plastik. Azzalira Alayya Zahwa dan Fifi Munasaroh kelas XI IPA membuat pembungkus makanan ramah lingkungan yang bisa dikonsumsi.

Terobosan baru datang dari anak muda yang berinovasi menciptakan kemasan atau pembungkus pengganti plastik yang kegunaannya sekaligus dapat dimakan. Produk buatannya ini ia namakan ‘Edibel Film’ yang berbentuk seperti lembaran film transparan tetapi bisa dikonsumsi.

Fungsi plastik yang pada dasarnya digunakan untuk mempermudah kita membawa barang belanjaan atau yang lain agar lebih praktis untuk jangka waktu yang lama, kini stigma masyarakat menggunakan plastik hanya sekali pakai sehingga membuat sampah plastik menggunung.

Keresahan mengenai penggunaan plastik di Indonesia yang tidak terkontrol ini sangat mengkhawatirkan sehingga membuat kedua siswi ini ingin membuat produk plastic yang ramah lingkungan.

Azzahra dan Fifi membuat edible film dengan bahan alami yang bisa digunakan sebagai pembungkus makanan. Harapannya edible film bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai kemasan produk makanan yang seiring berjalannya waktu bisa lebih disempurnakan lagi.

Penelitiannya tersebut berhasil berkat bimbingan dari guru mereka juga diantaranya Arif Nuradiyanto, Ahmad Edi Darmawan, Nurul Khotimah dan Adi Tri Wibawa.

“Kami di penelitan kami membuat edible film. Yaitu lapisan tipis seperti plastik dari bahan alami, yang dapat dimakan, dan mudah terdegradasi oleh tanah,” kata perwakilan salah satu dari mereka, Azzalira di Ruang Laboratorium Kimia, MAN 1, Jalan Conge, Bae, Kudus, yang dilansir dari detik.com

Bahan utama edible film terdiri dari micro alga, spirulina plantesis, tepung mocaf, navicula SP, serasah daun mangrove dan lainnya. Proses pembuatannya semua bahan tersebut dicampur dan dilarutkan dalam aquades, kemudian dipanaskan dalam hotplate sambil diaduk manual hingga sekitar 15 menit.

Daun mangrove yang dibutuhkan memanfaatkan tanaman mangrove yang melimpah di daerah Demak sehingga mudah didapatkan.

Kita dapat mangrove di hutan mangrove di Demak. Untuk pengembangan ke depannya, lebih melengkapi ujinya yakni uji anti bakteri, dan uji organo leptic untuk uji kelayakan dimakan,” tambah Azzalira yang dimuat di media yang sama

Azzahra dan Fifi berharap pembungkus makanan buatannya ini mendapat perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk disempurnakan lagi seperti dapat membuat kantong plastik dengan bahan yang sama dan dikembangkan lebih luas.

“Yakni menggantikan plastik yang ada sekarang, dengan plastik kami yang lebih ramah lingkungan dan dapat dikembangkan lagi menjadi kantong plastik. sehingga lebih berguna di masyarakat,” harapnya mengutip dari media yang sama

Seorang guru MAN 1 Kudus, Agus yang berkesempatan menjajal makanan yang dibungkus dengan edible film mengungkapkan jika rasanya enak seperti makan jenang.

“Rasanya enak, seperti ada rumput lautnya. Makanan jenang rasanya lebih enak.” kata Agus. Kepala MAN 1 Kudus, Suhamto merasa sangat bangga dengan inovasi siswinya yang menciptakan terobosan baru untuk penggunaan sampah harapannya dapat berkurang drastis.

Hasil karya penelitian Azzahra dan Fifi ini pun berhasil meraih peringkat kedua di kejuaraan tingkat nasional. Perlombaan tersebut diadakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Indonesia Science Expo atau ISE 2019 pada 23-26 Oktober 2019 lalu yang masuk dalam kategori Lomba Karya Ilmiah Remaja 2019 Bidang IPK.

Related Articles

Back to top button