fbpx
Kabar Daerah

Ganjar Instruksikan Penambahan Kamar ICU Covid-19, Dinkes Jateng : Target Segera Terpenuhi

SEMARANG, energibangsa.id – Ganjar Pranowo menginstruksikan semua rumah sakit untuk menambah kapasitas ruang rawat intensif (ICU) untuk pasien perawatan covid-19. Harapannya, setiap rumah sakit memiliki minimal 15 tempat tidur.

Dilansir dari jatengprov.go.id, Senin (11/1), hal ini menjadi sorotan lantaran ruang rawat intensif yang digunakan untuk perawatan covid-19 masih minim. Maka dari itu, Ganjar meminta kepada jajarannya untuk segera bertindak dengan melakukan pengecekan dan mendorong rumah sakit sigap.

“Nah ini masih ada ketersediaan tempat tidur yang kurang dari 15 tempat tidur (TT). Banjarnegara delapan, Batang malah Cuma satu,” ungkapnya, usai rapat rutin penanganan covid-19 di Ruang Rapat Kantor Gubernur.

Ia memberikan informasi detail mengenai beberapa daerah yang jumlah ICU kurang dari 15 TT. Blora empat TT, Boyolali enam TT, Brebes 14 T, Demak tujuh TT, Grobogan enam TT, Jepara dua TT.

Selanjutnya, Karanganyar empat TT, Kendal empat TT, Kota Pekalongan dan Kota Salatiga masing-masing tujuh TT, Magelang 12 TT, Pati 13 TT, Pekalongan enam TT, Purbalingga empat TT, Purworejo empat TT.

Kemudian, Sragen sembilan TT, Kabupaten Tegal 14 TT, Temanggung sembilan TT, Wonogiri delapan TT dan Wonosobo tujuh TT. Maka dari itu, Ganjar meminta untuk melakukan penambahan agar bisa melakukan perawatan bagi pasien covid-19 secara maksimal.

Minimin ICU khusus covid-19

Sedangkan daerah yang telah memenuhi standar yaitu Kota Semarang dengan 124 TT, Kota Surakarta 110 TT, Kebumen 25 TT dan Banyumas 61 TT. Hal ini membuktikan bahwa memang rumah sakit sudah memiliki ruang rawat intensif namun masih minim kamar ICU khusus untuk menangani pasien covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, turut mendukung langkah gubernur. Ia menebut akan mendorong rumah sakit didaerah dengan menambah ruang rawat intensif bagi penderita covid-19.

“Kalau dilihat dari tingkat keterisian provinsi angkanya 60 persen, bahkan di bawah 60 persen. Namun, untuk beberapa kabupaten kota penyediaannya masih sedikit,” ujar Yulianto.

Untuk mengubah ruang ICU bagi pasien covid-19 memang membutuhkan waktu. Hal ini dikarenakan butuh persyaratan yang ketat dan berbeda dengan penyedia ruang isolasi yang cenderung lebih mudah.

“Kita minta target itu agar dapat terpenuhi,” pungkasnya. (*)

Related Articles

Back to top button