fbpx
Kabar Daerah

Gandeng Stakeholders, PMI Banjarnegara Gelar Observasi Bocah Penderita Hydrochepalus

BANJARNEGARA, energibangsa.id—Dwi Ariyanto, bocah 9 tahun asal Dusun Sabuk Sari RT 2 RW 5 Desa Kebondalem, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara sehari hari hanya bisa tidur terlentang.

Ia hanya lemas dan bisa menelan susu cairan kemasan sachet karena menderita penyakit dan kelainan yakni Hydrochepalus.

Anti, sang ibu hanya bisa pasrah dan berdoa setelah berbagai upaya dilakukan untuk menyembuhkan dan mengobati si bungsu dari dua bersadara ini.

Sejak usia 2 bulan

Anti menuturkan kelainan pada putra keduanya terjadi pada saat usia dua bulan.

“Berbagai usaha dan upaya mencoba kami lakukan hingga tak kurang akal agar Dwi bisa sembuh seperti layaknya anak anak lainya,”ujar Anti.

Namun apa daya, karena keterbatasan ekonomi keluarga, Dwi hanya bisa dirawat dirumah.

Penyedotan cairan pernah dilakukan satu kali di RSUD Margono Purwokerto setelah mendapat rujukan dari RSUD Banjarnegara.

Naluri kedekatanya dengan sang nenek yang setia merawat dan mendampinginya membuat Dwi hanya bisa menangis saat sang nenek meninggal pada awal Maret yang lalu.

Gandeng Stakeholders, PMI Banjarnegara Gelar Observasi Bocah Penderita Hydrochepalus

Merespon hal tersebut Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara bergerak cepat dengan menggandeng stakeholder terkait.

Antara lain, Dinas Kesehatan, PMI Kecamatan Bawang, Puskesmas 1 Bawang, Perangkat Desa Kebondalem dan Bidan Desa.

Lakukan observasi lapangan

Di bawah komando Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan Ahmad Setiawan mewakili ketua PMI Kabupaten Banjarnegara melakukan observasi, silaturahmi, kunjungan dan pemeriksaan kesehatan kepada Dwi Ariyanto.

“Kami memberikan dukungan kepada penderita dan keluarga, memeriksa kondisi terkini pasien, serta sedikit memberikan bantuan Sembako untuk kebutuhan 1 bulan, paket hygine kit serta 10 Box susu,“ paparnya.

Penderita membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak karena kondisinya yang tidak memungkinkan untuk beraktifitas sebagaimana mestinya dan membutuhkan perawatan khusus dari keluarga.

PMI berupaya memberikan bantuan kemanusiaan untuk sedikit meringankan beban penderita.

Sehingga harapan ke depan penderita bisa terpenuhi kebutuhanya dan dapat terjaga kondisi kesehatannya dengan bantuan dari berbagai pihak tentunya.

Selain itu, upaya untuk terus melakukan pendampingan serta koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara.

Tujuannya, melakukan penanganan selanjutnya atau tindak lanjut setelah observasi dilapangan.  (alw)

Related Articles

Back to top button