Nasional

Gagasan Wapres Peran FKUB di Kancah Internasional

Energibangsa.id , Semarang – Wakil Presiden Republik Indonesia memberikan apresiasi atas kinerja FKUB yang berperan mengawal kerukunan umat beragama dengan terbitnya PBM 9 dan 8 Tahun 2006. Putusan tersebut menjadi salah satu pranata dalam mengawal kerukunan umat beragama di Indonesia.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah KH Taslim Sahlan disela aktifitasnya di Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang, Jumat (13/3/2020).

“Karena yang Kiai Maruf ketahui selama ini yang mengawal kerukunan umat beragama yaitu Majelis Majelis Agama Pusat dan Daerah juga FKUB di daerah,” kata Taslim.

Taslim menuturkan, Maruf Amin mengaku bahagia dengan peran FKUB yang tidak sebatas formalitas, “Kiai Maruf cukup bahagia, FKUB bukan sekedar menjaga kerukunan umat beragama, tetapi mampu ikut serta menyelesaikan konflik Pilkada,” bebernya

Maruf mengakui tidak mudah untuk mengawal kerukunan umat beragama, sehingga ia mendorong agar FKUB diberi anggaran yang cukup di daerah, “Bapak Wakil Presiden juga menyampaikan, beliau merupakan salah satu perumus PBM 9 dan 8 Tahun 2006 mewakili MUI saat itu sehingga tahu persis terkait substansi PBM karena PBM merupakan kesepakatan Majelis-majelis Agama yang ditetapkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Ia melanjutkan, Maruf Amin menerangkan perumusan FKUB dilakukan dalam waktu yang cukup lama dengan melibatkan semua majelis sgama sehingga perumusannya telah mempertimbangkan segala aspek demi menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia.

“Beliau mengaku selama ini sudah melakukan pertemuan dengan FKUB di 30 Provinsi, dan melihat FKUB terbukti bisa mengawal kerukunan umat beragama di daerah,” ungkapnya.

Sebagai apresiasi dan dukungan, lanjutnya, Wapres telah menyatakan diri menghadiri Konferensi Nasional ke VI di Sulawesi Utara, “Beliau menyatakan Insyaallah akan hadir dalam Konferensi Nasional ke VI FKUB di Sulawesi Utara,” tandasnya.

Lebih lanjut Taslim mengatakan, Wapres juga berkeinginan kalau bisa FKUB perannya bisa masuk ke tingkat global (dunia) karena masih banyak permasalahan kerukunan umat beragama di beberapa belahan dunia tak harus diselesaikan dengan pendekatan militer, “Beliau malah ingin Indonesia bisa mengundang tokoh-tokoh tingkat dunia untuk dapat hadir dalam kegiatan kerukunan umat beragama di Indonesia,” pungkasnya. (*)

Related Articles

Back to top button