fbpx
Bincang-Bincang

FX Rudy Pilih ‘Ngelas’ Usai Lengser, Fakta Apa Gimmick doang?

SEMARANG, energibangsa.id—Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta Ahyani fiks menggantikan posisi Wali Kota Solo.

Ia mendapat tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh.) hingga Gibran Rakabuming Raka dilantik.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menyebut dirinya telah mendapat memo dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dan sosok Ahyani lah yang menjadi Plh Wali Kota Solo, Selasa (16/2/2021), seperti dilansir dari CNN.

Rudy mengaku sangat mendukung keputusan tersebut. Pasalnya, selama ini, Sekda sudah sangat memahami permasalahan yang ada di Solo.

Apalagi rencana pengembangan dan anggaran Pemkot Solo sudah ditetapkan melalui APBD Solo 2021.

“Kan semua sudah kita siapkan bareng-bareng. Pak Ahyani juga ikut menyiapkan. Tinggal jalan saja kok,” kata Rudy.

Bapak mau jadi tukang las?

Terkait dengan telah berakhir masa jabatannya, Wali Kota dua periode tersebut mengaku memilih

kembali menekuni usaha bengkel las.

Mengutip CNN Kamis (18/2/2021), sosok Rudy saat ditemui awak media di bengkelnya sedang membuat tandon air menggunakan alat las dan pukul besi.

Meski sudah lama tidak mengoperasikan alat las, Rudy tampak lancar menyambungkan dua lempeng besi setebal 2 Milimeter itu.

Oh, rupanya beranjak dari nol?

“Saya sejak 1983 sudah ngelas, jadi enggak grogi. Kalau grogi pasti nyantol-nyantol,” katanya.

Bengkel las tersebut berada berada sekitar 600 meter dari kediamannya di Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo.

Konon, usaha itu dirintisnya bersama seorang rekan sejak beberapa tahun lalu.

Namun, ia berkomitmen untuk tidak menerima pekerjaan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo selama masih menjabat sebagai Wali Kota.

Pengalaman mengelas ia peroleh dari Sekolah Teknik Menengah. Pengalaman tersebut kemudian terus bertambah setelah ia bekerja di Pabrik Farmasi, Konimex.

Pernah jadi cleaning service

Di sana, kariernya berawal dari cleaning service dan kemudian meningkat menjadi pembantu operator.

Karier Rudy terus menanjak hingga terakhir menjadi kepala workshop pabrik yang berada di Kabupaten Sukoharjo tersebut.

“Saya di sana ngelas, bubut, jadi supervisor produksi. Saya mengundurkan diri karena menjadi Ketua DPC PDIP itu,” katanya.

Rudy sendiri mengaku tak malu mengoperasikan sendiri alat las listrik di bengkelnya. Selain bengkel las, Rudy juga memiliki bank sampah yang juga berada di Wilayah Pucangsawit.

“Saya enggak gengsi kok. Wong saya mulung kardus bekas saja nggak malu. Yang penting bagi saya halal, tidak merugikan orang lain,” katanya.

Meski menjadi sumber penghidupan keluarganya, Rudy tetap berencana menyumbangkan sebagian karya buatan bengkel las miliknya itu untuk warga.

Peduli nasib rakyat

“Rencana banyak. Saya mau buat gerobak dorong untuk temen-temen PKL sama gerobak untuk mengurus tanaman di pinggir sungai,” katanya.

Rudy juga mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarga dalam menjalankan usaha bengkelnya tersebut.

“Enggak ada (keberatan dari keluarga). Orang luar aja yang menyampaikan kok tega-teganya ngelas”,ujar Rudy.

“Istri saya juga enggak pernah punya tuntutan. Pesan istri saya, yang penting saya enggak boleh ambil milik orang lain,” tandasnya. (dd)

Related Articles

Back to top button