Kabar Indonesia

Fraksi PKB Kota Semarang Dorong Kualitas Layanan Publik Kawasan Kota Lama

ENERGIBANGSA.ID – Kawasan Kota Lama Semarang telah direnovasi sedemikian rupa sehingga kini kawasan cagar budaya tersebut tak pernah sepi dari pengunjung. Berdasarkan energi bangsa, wisatawan yang datang tak hanya dari berbagai daerah namun merambah manca negara. Kawasan Kota Lama menjadi tren sebagai lokasi foto, jalan-jalan, atau menjadi bahan ajar sejarah peninggalan kolonial, dan lain sebagainya.

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang memperhatikan perkembangan tersebut. Oleh sebab itu, Fraksi PKB menyatakan dukungan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Bangungan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Kota Lama.

“Pada prinsipnya Fraksi PKB Kota Semarang menyetujui ditetapkannya Raperda tentang RTBL Kota Lama,” kata Sekretaris Fraksi PKB, Gumilang Febriansyah, dalam Pandangan Umum Raperda, Senin, (4/11/2019).

Dalam Raperda yang digelar di ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Semarang, Jalan Pemuda 148 Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, Gumilang mengingatkan penting menjaga hasil pembangunan tersebut.

“Fraksi PKB DPRD Kota Semarang mendorong Pemerintah Kota Semarang menjaga hasil pembangunan revitalisasi Kawasan Kota Lama tersebut dari segala risiko yang merugikan rakyat maupun pengunjung,” katanya.

Febri, sapaan akrabnya melanjutkan, selama ini bangsa Indonesia terkenal pandai membangun, tetapi tidak pandai menjaganya, tidak pandai merawatnya.

“Maka hal itu perlu kami tekankan bahwa upaya menjaga dan merawat haruslah menjadi perhatian serius Pemerintah,” paparnya.

Lebih lanjut, Mantan Ketua Karang Taruna Kota Semarang mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang perlu membenahi sistem dalam menjaga hasil pembangunan yang memakan banyak biaya tersebut.

“Buatlah sistem pengawasan yang baik, agar tidak ada lagi bangunan cagar budaya rusak, tidak terjadi vandalisme dan sebagainya, dan terjaga pula fasilitas infrastuktur hasil revitalisasi,” tuturnya.

Dalam mempertahankan citra yang baik, Fraksi PKB juga memperhatikan tentang kasus yang lazim terjadi di keramaian, yakni adanya upaya yang menjamin keamanan dan kenyaman pengunjung, “Perhatikan pula kenyamanan pengunjung.

Jangan sampai ada kasus kriminalitas di kawasan Kota Lama. Jangan pula ada keluhan semisal dipalak tukang parkir, atau ditipu pedagang makanan yang memberi harga tidak wajar atas barang dagangannya,” tandasnya.

Lebih dari itu, Fraksi PKB Kota Semarang juga mengingatkan pentingnya sarana ibadah yang strategis, karena itu meminta agar dibangun musalla di Kawasan Kota Lama yang telah direvitalisasi, atau setidaknya disediakan musalla dengan memanfaatkan bangunan cagar budaya yang sebagian ruangannya layak untuk dipergunakan ibadah salat.

“Hal ini perlu kami sampaikan, sebab kami mengetahui adanya keluhan pengunjung Kawasan Kota Lama, ketika masuk waktu salat, mereka kesulitan mencari tempat sembahyang,” ucapnya menuturkan.

Febri mengakui, terdapat Masjid Besar Semarang atau Masjid Kauman, dan masjid yang terletak di perempatan Jl. Pelabuhan, maupun musalla yang ada di stasiun Semarang Tawang, namun demikian, menurutnya, tidak memberikan kenyamanan pengunjung tatkala mendengar suara azan.

“Itu semua dianggap terlalu jauh. Maka perlu disediakan fasilitas musalla di lokasi yang mudah dijangkau pengunjung kawasan Kota Lama,” tutupnya.

Related Articles

Back to top button