fbpx
Ekonomi & Bisnis

Forbes Rilis Pebisnis Wanita Terkuat Se-Asia, Ada Orang RI Lho..

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Di tengah situasi pandemi ini, banyak pebisnis yang mengaku kesulitan untuk tetap menjaga bisnisnya agar tetap stabil. Namun rupanya, diantara banyaknya pebisnis tersebut terdapat wanita-wanita tangguh yang dinilai mampu dalam menghadapi tekanan pandemi ini.

Belakangan ini, Forbes telah merilis daftar-daftar pebisnis wanita yang dianggap tangguh dalam memimpin bisnis di tengah pandemi.

Pebisnis wanita tersebut dinilai mampu untuk tetap memimpin bisnisnya. Bisnis yang dicantumkan juga beragam. Dimulai dari pebisnis di sektor bioteknologi, fintech, edtech, ritel, logistik, dan hukum. Masing-masing memiliki rekam jejak kesuksesan baik mencetak pendapatan perusahaan yang besar atau mendirikan perusahaan rintisan senilai lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,84 triliun (kurs Rp 14.842).

Dari daftar pebisnis tersebut, mereka memiliki persamaan dalam kepemimpinan yang tangguh dan visi untuk beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru atau new normal. Para wanita ini juga dinilai dapat melihat peluang, sementara orang lain hanya melihat tantangan.

Dari daftar tersebut pula, terdapat 2 pebisnis wanita asal Indonesia yang dipilih Forbes. Pertama yakni Presiden Direktur Prodia Widyahusada Dewi Muliaty. Dilansir Forbes, Selasa (15/9/2020), Dewi Muliaty belajar untuk memperoleh izin praktik apoteker pada tahun 1988. Kala itu, profesornya yang juga pendiri Prodia atau laboratorium klinis terbesar di Indonesia mempekerjakannya sebagai asisten manajer.

Dua dekade kemudian, ia menjadi Presiden Direktur Prodia dan mendorong ekspansi nasional. Melalui jerih payahnya, jumlah klinik Prodia dari hanya 107 unit pada tahun 2010, kini telah mencapai 285. Dewi juga meningkatkan kapasitas pengujian untuk penyakit autoimun dan penyakit lainnya yang menyumbang hampir 1/5 dari pendapatan tahun 2019.

Pada semester I-2020 ini, Prodia mengalami penurunan penjualan sebesar 18% atau hanya Rp 657 miliar. Namun, dengan cepat Dewi memperbaiki kinerja perusahaan dengan menawarkan layanan tes COVID-19 di klinik, drive thru, maupun panggilan ke rumah-rumah.

Pebisnis sukses wanita asal Indonesia kedua yang masuk daftar Forbes adalah Co-founder & COO Nusa Satu Inti Artha Nabilah Alsagoff. Perusahaannya itu adalah penemu aplikasi e-wallet Doku. Ia mendirikan Doku bersama temannya. Awalnya, inisiatif itu datang ketika Nabilah sedang berkunjung ke Bali. Ketika ia mendatangi bank daerah, transaksi onlinenya tak bisa diakses oleh bank tersebut.

Insiden itu menginspirasinya membuat e-wallet Doku yang merupakan pelopor transaksi nontunai di Tanah Air. Pada tahun 2016, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK) membeli saham mayoritas Nusa Satu, tapi Nabilah tetap menjabat sebagai COO.

Pada tahun 2019, Doku telah menangani transaksi hingga Rp 63 triliun, atau lebih tinggi 50% dari tahun 2018. Di tahun 2020 ini, transaksi juga kian melonjak dengan maraknya aktivitas dari rumah selama pandemi. Doku kini juga dikembangkan menjadi konsultan untuk berbagai bisnis online.

Lalu, pebisnis wanita lainnya yang masuk daftar Forbes adalah Kepala Pusat Layanan IT dari HCL Technologies Roshni Nadar Malhotra asal India. Ia telah bekerja di perusahaan telekomunikasi multi-nasional India itu selama 12 tahun.

Ia masuk sebagai wanita berpengaruh yang sukses menghadapi tekanan pandemi Corona pada kinerja perusahaan. Roshni selalu optimistis dalam jangka panjang, karena proses digitalisasi akan menciptakan permintaan terhadap layanan dan produk yang ditawarkan oleh HCL.

Selain Roshni, pebisnis berpengaruh lainnya adalah Co-founder Canva Melanie Perkins asal Australia. Perusahaan teknologi memang sedang naik daun selama pandemi ini.

Pengusaha Teknologi Naik Daun

Daftar tahun ini juga merayakan pengusaha wanita yang membangun perusahaan rintisan teknologi, masing-masing menarik dana ratusan juta dolar, dan bernilai lebih dari $ 1 miliar.

Namun, Canva bukanlah perusahaan yang baru saja didirikannya. Ia yang kini berusia 33 tahun, telah mendirikan Canva saat masih menjadi mahasiswa di University of Western Australia. Sejak itu, Canva yang merupakan aplikasi layanan desain gratis telah mengumpulkan dana hingga US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,45 triliun, dengan putaran terakhir pada bulan Juni senilai US$ 6 miliar atau sekitar Rp 89 triliun.

Canva telah meraup untung sejak pertengahan 2017, dan sudah bersaing dengan Adobe. Canva kini memiliki lebih dari 700 karyawan dan lebih dari 30 juta pengguna aktif bulanan di 190 negara.

Pebisnis wanita berpengaruh di Asia lainnya juga datang dari perusahaan teknologi, yaitu Co-founder & Presiden Airwallex Lucy Yueting Liu asal Hong Kong. Airwallex merupakan startup fintech yang mencatatkan nilai perusahaan hingga US$ 1,9 miliar atau sekitar Rp 28 triliun.

Airwallex membantu pelanggan melakukan transaksi lintas mata uang lebih murah daripada bank. Airwallex kini memiliki 440 pegawai di kantor yang tersebar di berbagai kota di dunia mulai dari Bangalore hingga Tokyo.

Berikut daftar 25 pebisnis wanita paling berpengaruh di Asia versi Forbes:

1. Co-founder & COO Canva Melanie Perkis (Australia)

2. Chairman & General Manager Bloomage Biotechnology Zhao Yan (China)

3. President of Singapore Management University Lily Kong (Singapura)

4. Kepala Pusat Layanan IT dari HCL Technologies Roshni Nadar Malhotra (India)

5. Executive Chairman & CEO BOH Plantations Caroline Russell (Malaysia)

6. President & CEO B.Grimm Power Preeyanart Soontornwata (Thailand)

7. President & CEO Sanrio Entertainment Aya Komaki (Jepang)

8. Founder, Chair & CEO Zai Lab Samantha Du (China)

9. Co-founder Byju’s Divya Gokulnath (India)

10. Founder & CEO Medipost Yang Yoon Sun (Korea Selatan)

11. Founder & Chairman Vinh Hoan Truong Thi Le Khanh (Vietnam)

12. CEO Uniqlo Japan Maki Akaida (Jepang)

13. Presiden Direktur Prodia Widyahusada Dewi Muliaty (Indonesia)

14. President & CEO Muang Thai Insurance Nualphan Lamsam (Thailand)

15. Founder & CEO Carman’s Fine Foods Carolyn Creswell (Australia)

16. Managing Director of Metropolis Healthcare Ameera Shah (India)

17. Founding Partner & Managing Director of Eng and Co. Rachel Eng (Singapura)

18. Chairman & CEO of Destileria Limtuaco Olivia Limpe-Aw (Filipina)

19. CEO of Smilegate Entertainment Jang In-a (Korea Selatan)

20. Co-founder & Presiden Airwallex Lucy Yueting Liu (Hong Kong)

21. Co-founder, Chairman & Group CEO of WHA Group Jareeporn Jarukornsakul (Thailand)

22. Managing Partner of Bertelsmann Asia Investments Annabelle Long (China)

23. Ceo & Managing Director of Vinati Organics Vinati Saraf Mutreja (India)

24. Co-founder & COO Nusa Satu Inti Artha Nabilah Alsagoff (Indonesia)

25. Chairwoman of FPT Retail Nguyen Bach Diep (Vietnam)

Related Articles

Back to top button