Gaya HidupKabar IndonesiaRagam Bangsa

Festival Green and Recycle: Kampanye Pengurangan Sampah di Banyuwangi

ENERGIBANGSA.ID — Setelah lima kali digelar, tahun ini Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengubah format acara Festival Green and Recycle dalam format fashion menjadi Creative Green and Recycle.

Husnul Khotimah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi mengatakan setelah lima tahun penyelenggaraan pihaknya melakukan evaluasi.

”Sebelumnya, peserta festival kami ajak untuk memanfaatkan sampah dan mengolahnya menjadi busana tematik. Busana tersebut lalu dipamerkan dalam sebuah fashion show,” ujar nya seperti dikutip tim energibangsa.id dari kompas.com

Namun hasil busana dari daur ulang sampah tersebut hanya digunakan saat festival dan dinilai kurang bermanfaat.

”Memang ada semangat daya kreatif memanfaatkan sampah menjadi busana. Tetapi setelah festival, busana itu tetap saja menjadi sampah. Siapa yang mau memakai busana daur ulang sampah untuk pergi ke kantor atau pesta,” tuturnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meninjau stan pameran dalam Festival Green and Recycle di Banyuwangi, Selasa (16/7).

Pada tahun ini panitia tidak lagi mengajak peserta untuk mendaur ulang sampah menjadi busana tetapi menjadi barang yang bisa dimanfaatkan sehari-hari yang awet.

Husnul pun berharap hasil dari Festival Green and Recycle kali ini bisa lebih bermanfaat

Dalam acara tersebut para peserta membuat beberapa karya yang meliputi bantal leher, payung, tas belanja reusable, dan piring ingke (piring anyaman).

Bupati Kabupaten Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas meninjau pembuatan piring inke (anyaman) dalam Festival Green and Recycle di Banyuwangi. (dok kompas)

Husnul mengapresiasi pembuatan piring ingke dan tas yang digunakan kembali (reusable).

Menurut dia, kedua barang tersebut sangat bermanfaat dan bisa mengurangi penggunaan sampah.

”Piring ingke bisa mengurangi penggunaan styrofoam sebagai pengganti piring makan. Sementara tas reusable dari limbah plastik justru mampu mengurangi penggunaan plastik belanjaan. Dengan demikian, sampah styrofoam dan plastik yang susah terurai tersebut dapat ditekan penggunaannya,” kata Husnul

Musisi, Artis sekaligus pegiat lingkungan, Dik DOank saat menghadiri Festival Green and Recycle. (dok kompas)

Selain itu festival Green and Recycle juga dihadiri musisi ibu kota sekaligus pegiat lingkungan, Dik Doank.

Kehadiran Dik Doank sebagai influencer untuk mengajak warga memerangi penggunaan plastik sekali pakai yang dapat mencemari lingkungan.

”Sampah yang kecil mari kita kantongi, sampah yang besar langsung kita buang ke tempat sampah,’ kata Dik doank

Ingat, dirinya menambahkan surga adalah tempat yang bersih, membuang sampah pada tempatnya ada salah satu cara mewujudkan surga,” ujar Dik Doank.

Festival Green and Recycle sendiri adalah bentuk kampanye pengurangan sampah plastik yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Bedasarkan informasi yang didapat tim energibangsa.id, produksi sampah rumah tangga di Banyuwangi setiap harinya mencapai 1.125 ton/hari. Dari jumlah tersebut, 80 persennya berupa sampah organik.

Festival tersebut diadakan sebagai media edukatif bagi masyarakat Banyuwangi.

Selain itu, gelaran festival itu juga untuk menarik dan mendatangkan para wisatawan untuk berkunjung ke banyuwangi serta untuk meningkatkan sumber daya manusia Banyuwangi.

Related Articles

Back to top button