fbpx
Ekonomi & BisnisKabar Indonesia

FE Unwahas Rintis Konsep Ekonomi Digital Berbasis Syariah

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Perkembangan ekonomi digital menghadirkan beragam transaksi dan produk jasa keuangan baru yang kian beragam. Beberapa contoh di antaranya seperti jual beli online (e-commerce), dompet digital (e-wallet), program cashback, dan lain sebagainya.

Beragam transaksi ini perlu direspon oleh ekonomi syariah, agar dapat menilai bagaimana perannya dalam perkembangan ekonomi digital.

Ratih Pratiwi, MSi salah satu pemrakarsa ekonomi digital di Fakultas Ekonomi Unwahas menjelaskan bahwa salah satu upaya mendorong ekonomi digital yang halal adalah dengan menggalakkan transaksi perekonomian sesuai dengan prinsip syariah.

Ia juga menerangkan bagaimana ekonomi syariah menyikapi era digitalisasi ekonomi.

“beberapa hal yang masih menjadi keraguan masyarakat adalah jual beli online yang aman dan nyaman,” terangnya melalui telepon seluler, (24/8)

“Nah, peran kami adalah mengedukasi dan membangun ekosistem ekonomi digital yang halal,” lanjutnya.

Ekonomi Digital Syariah

Ratih menyebut bahwa secara prinsip syariah jual beli online diperbolehkan dengan ketentuan barang yang dibeli halal dan jelas spesifikasinya. Barang sesuai yang dibutuhkan, agar tidak ada unsur tabdzir.

“ada hak pembeli untuk membatalkan atau melanjutkan (menerima) jika barang diterima tidak sesuai pesanan, dan sesuai dengan skema jual beli,” lanjutnya.

Meski begitu, Ratih mengatakan bahwa edukasi dan literasi perbankan syariah di Indonesia masih kurang. Padahal Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

Menurut Islamic Finance Country Index 2019, Indonesia menduduki peringkat 1, ranking ini naik signifikan dari tahun sebelumnya yang berada di peringkat 8.

Oleh sebab itu, hal ini direspon Fakultas Ekonomi Unwahas dengan cara mengadakan sosialisasi ke masyarakat dan pemuda-pemuda Indonesia. Untuk turut bergabung menjadi generasi bangsa yang melek ekonomi digital.

Sinergi dengan StartUp Digital

Ratih Pratiwi, MSi menjelaskan bahwa pihaknya telah melobi beberapa perusahaan StartUp digital, pelaku e-commerce, dan praktisi internet marketing untuk bersinergi dan bekerjasama dengan FE Unwahas (Fakultas Ekonomi Unwahas) dalam membentuk ekosistem dan co-working space.

“tujuannya untuk memfasilitasi mahasiswa-mahasiswa FE unwahas agar sejak mahasiswa sudah memiliki budaya kerja di dunia digital,” terangnya.

Setyo Mahanani, SE, MSi, ketua panitia Penerimaan Mahasiswa Baru FE Unwahas menegaskan bahwa pihaknya masih membuka pendaftaraan mahasiswa hingga September 2020.

Berminat untuk mendalami ekonomi Digital bersama FE Unwahas? silahkan klik link di bawah ini.

Related Articles

Back to top button