fbpx
Ekonomi & Bisnis

Faktor Perkembangan UMKM di Indonesia, Simak!

ENERGIBANGSA.ID—Usaha mikro hingga menengah (UMKM) menjadi salah satu unit usaha yang memiliki peran penting dalam perkembangan dan pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan UMKM di Indonesia seperti dirangkum oleh energibangsa.

1. Perkembangan Teknologi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa salah satu faktor yang mendukung perkembengan UMKM adalah pemanfaatan sarana teknologi.

Para pelaku usaha mulai memanfaatkan sarana teknologi seperti ponsel pintar untuk melebarkan pasar usahanya.

Serta, menggunakan aplikasi komunikasi, seperti WhatsApp dan media sosial untuk memasarkan produk yang di jual.

2. Kemudahan Peminjaman Modal Usaha

Terbukanya akses pembiayaan perbankan serta dan kredit usaha rakyat, mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah.

Oleh karena itu, dari tahun ke tahun pertumbuhan jumlah UMKM di Indonesia meningkat.

3. Adanya Penurunan Tarif Pajak

Pajak yang harus disetor dan dilaporkan merupakan pajak penghasilan final atau PPh Final.

Sedangkan pelaku UMKM termasuk ke dalam wajib pajak dan wajib hitung, setor, lapor pajak penghasilannya pada negara.

Dengan adanya penurunan tarif PPH maka dapat mempermudah pebisnis menjalankan kewajiban perpajakan pada negara.

Juga, memberikan kesempatan untuk perkembangan usaha serta investasi dikarenakan adanya keringanan dari penurunan tarif pajak.

Perkembangan UMKM di Indonesia

Melansir dari Maxmanroe.com, pada 2014-2016 jumlah UMKM berkisar lebih dari 57.900.000 unit dan di tahun 2017 jumlah perkembangan UMKM mulai berkembang sampai lebih dari 59.000.000 unit.

Di tahun 2016, Presiden RI,  Joko Widodo sangat berharap pelaku bisnis usaha kecil, mikro dan menengah menjadi garda terdepan dalam membangun ekonomi rakyat negara Indonesia.

Pasalnya, di Indonesia dan ASEAN jenis UMKM telah menjadi tulang punggung perekonomian.

Faktor Perkembangan UMKM di Indonesia, Simak!
Salah satu jenis bisnis UMKM di Indonesia/ FOLDER BISNIS

Sekitar 88,8-99,9% bentuk usaha di ASEAN adalah bentuk usaha mikro, kecil dan menengah dengan menerima tenaga kerja mencapai 51,7-97,2%.

Bisnis ini memiliki proporsi sebesar 99,99% dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia atau sebanyak 56,54 juta unit.

Pentingnya kerjasama

Maka dari itu, kerjasama sangat diperlukan dalam mengembangkan dan ketahanan bisnis usaha mikro, kecil dan menengah.

Namun dalam perkembangannya, jenis UMKM di Indonesia tentu tidak terlepas dari dukungan perbankan dalam penyaluran kredit kepada pelaku UMKM.

Bank Indonesia menyatakan setiap tahun kredit kepada UMKM mengalami pertumbuhan

Walau pada 2015, sekitar 60%-70% dari seluruh sektor ini belum mempunyai akses pembiayaan melalui perbankan.

Adapun ketentuan dari Bank Indonesia yang memberikan kewajiban kepada setiap perbankan untuk mengalokasikan kredit atau pembiayaan kepada UMKM mulai Tahun 2015 sebesar 5%.

Lalu, pada tahun 2016 sebesar 10%, tahun 2017 sebesar 15%, dan pada akhir tahun 2018 sebesar 20%.

Untuk itu, diperlukan pengaturan keuangan bisnis yang baik untuk menunjang keberlangsungan UMKM yang dijalankan.

(Ara/ EB )

Related Articles

Back to top button