fbpx
Sosial & Budaya

Fakta Munculnya Kepercayaan terhadap Golongan Darah

ENERGIBANGSA.ID – Di Jepang dan Korea Selatan, sebagian besar masyarakat mempercayai bahwa golongan darah menentukan sifat seseorang.

Namun, menurut sebagian ilmuwan, teori itu belum bisa dibuktikan kebenarannya. Lalu, bagaimana awal mula masyarakat mulai mempercayai bahwa golongan darah menentukan kepribadian? Yuk cari tahu!

Teori Kepribadian Berdasar Golongan Darah

Pada tahun 1927 di Jepang,  seorang psikolog bernama Takeji Furukawa pertama kali mengemukakan tentang teori kepribadian berdasar golongan darah melalui penelitian yang dilakukannya. Kategorisasi golongan darah tersebut dinamakan “ketsuekigata”.

Namun, metode penelitian yang dilakukan oleh om Takeji ini masih kurang meyakinkan dan sampel atau contoh yang diteliti jumlahnya kecil.

Meski begitu, hasil penelitian om Takeji ini terus berkembang di Jepang karena beliau sangat meyakini kebenaran teori itu.

Kepercayaan ini mirip dengan keyakinan pada horoskop. Orang-orang merasa terdapat kecocokan antara karakter golongan darah dengan diri mereka.

Ketsuekigata makin populer

Saking percayanya dengan ketsuekigata, orang Jepang terkadang menggunakannya dengan tidak masuk akal.

Ada beberapa perusahaan yang membuat keputusan penugasan berdasarkan golongan darah karyawannya.

Beberapa sekolah kanak-kanak menyesuaikan teknik mengajar dengan golongan darah muridnya. Bahkan, salah satu perdana menteri Jepang pernah memanipulasi golongan darah untuk ditunjukkan ke publik.

Muncul Stereotipe

Sebagian orang dengan golongan darah tertentu merasakan diskriminasi akibat ketsuekigata. Misalnya, orang dengan golongan darah B dicap terlalu individualis dan egois. Ini membuat mereka sulit untuk mendapatkan pekerjaan.

Orang dengan golongan darah AB sering dianggap aneh dan berbeda. Beberapa anak dengan golongan darah AB juga mengalami bullying karenanya.

Apa kata sains?

Melansir dari IDNTimes, pada tahun 2005 sekelompok peneliti dari Taiwan berusaha untuk membuktikan apakah ketsuekigata benar atau tidak. Studi tersebut tidak menemukan hubungan yang signifikan antara kepribadian dan golongan darah.

Penelitian berikutnya dilakukan di Jepang pada tahun 2014. Hasilnya pun sama, tidak ada relevansi antara keduanya. Beberapa penelitian selanjutnya juga memiliki hasil yang serupa.

Dapat disimpulkan bahwa sebenarnya ilmu ini tergolong ilmu semu atau pseudosains. Tidak ada dasar ilmiah yang kuat untuk mendasarinya tapi banyak orang yang percaya.

Selain itu, hanya 10-20 orang yang diteliti oleh Takeji Furukawa, orang yang pertama mencetuskan ide tersebut. Ini membuktikan bahwa ketsuekigata tidak ilmiah.

Golongan darah sesuai karakter seseorang?

Penelitian awal didasarkan pada sifat apa yang dimiliki sebagian besar orang dengan golongan darah tertentu.

Oleh karena itu, banyak orang yang merasa memiliki kecocokan dan menganggap itu sebagai sebuah kebenaran.

Ini juga bisa disebabkan karena logical fallacy. Orang menganggap sepotong informasi benar jika memiliki makna tertentu untuknya. Mereka juga menolak apa yang tidak sesuai dengan kepercayaannya.

Tak bisa jadi patokan

Ada kecenderungan tertentu yang dimiliki masing-masing golongan darah. Maka dari itu, setiap orang memiliki sifat yang unik dan berbeda satu sama lain.

Ketsuekigata tidak bisa dijadikan acuan untuk menentukannya. Bagaimana, apakah kamu percaya pada konsep golongan darah ini? (ara/ EB)

Related Articles

Back to top button