fbpx
Energi MudaKita Indonesia

Fahmi Syaputra, Pemuda Pemalang di Balik Sukses Kedai Susu Uta Milk Semarang

ENERGIBANGSA.ID – Menjadi jutawan di usia muda, siapa sih yang nggak mau? Seperti yang telah dicapai oleh energi muda satu ini, Fahmi Syaputra.

Sukses di usia muda adalah impian setiap orang. Namun bagaimana caranya? Nah, kisah Fahmi Syaputra; owner Uta Milk bisa jadi inspirasi sobat energi nih. Yuk, kita simak kesuksesan pemuda yang satu ini.

Laki-laki yang akrab disapa Fahmi itu adalah founder dan owner dari Uta Milk, kafe susu yang selalu ramai dipadati pengunjung.

Kafe susu pertamanya dia buka pada sekitar akhir 2017 di Sampangan, Semarang. Tepatnya di jalan Lamongan Raya.

Saran Teman

Kepada tim energibangsa.id Fahmi berkisah bahwa ia memilih untuk membuka kafe susu karena saran dari temannya.

“itu awalnya saran dari teman, (karena) yang jualan kopi kan udah banyak, jadi saya memilih jualan susu,” jelasnya pada energibangsa.id di Kedai pertamanya.

Fahmi berkisah, modal yang dibutuhkan saat itu terbilang lumayan untuk ukuran mahasiswa. “modal awalnya sekitar tiga puluhan juta,” kisahnya.

Pemuda asal Pemalang itu mengaku bahwa semasa kerja di hotel, ia selalu menyisihkan sebagian besar gaji untuk ditabung.

“hasil dari tabungan itulah yang dipakai untuk modal membuka usaha, itu pun sebagian juga dihutang teman, jadi saya nekat sewa lokasi dengan DP dulu, sisanya saya nagih (hutang) dulu ke teman-teman,” kenangnya.

Nah, ikhtiyar Fahmi membuka bisnis nyatanya berbuah manis. Dalam beberapa hari kedai susu dibuka, ia sudah mendapatkan omset jutaan rupiah dalam sehari.

Cafe Komunitas

Saat ini, Uta Milk: kedai susu miliknya ada 3 cabang di Semarang. Masing-masing outlet memiliki omset sekitar 1 jutaan per hari.

Kedai Cafe susu Uta Milk dikonsep dengan sistem take away, dan hanya menyediakan beberapa kursi tunggu saja.

“namun justru itu poin pentingnya, jadi pelanggan datang silih berganti, tidak ngendon nongkrong lama tapi jarang beli,” bebernya.

Kecuali untuk kedainya yang memang berkonsep cafe, ia memang membuat strategi promo sendiri.

“tapi dibanding yang cafe, omsetnya malah lebih bagus yang sistem take away,” lanjutnya.

Saat ditanya apa rahasia di balik ramainya kedai susu miliknya, Fahmi mengaku menggandeng komunitas-komunitas mahasiswa perguruan tinggi di area Sampangan.

“jadi kami memberikan diskon khusus dan mengundang mereka (komunitas) untuk datang. Kalau mereka punya acara juga kami memberi sponsor, jadi simbiosis mutualisme,” terangnya.

Dalam sebulan, Fahmi mengaku bisa meraup keuntungan sekitar 40 juta lebih dari seluruh kedainya.

Nggak cuma itu, lelaki asal Pemalang itu menargetkan dalam setahun ke depan akan membuka minimal 6 cabang lagi.

“pengennya setiap dua bulan buka cabang lagi,” harapnya.

Usaha Sambil Kuliah

Meski baru real membuka bisnis di tahun 2017, namun mental bisnis Fahmi sudah ada sejak masih kuliah dulu.

Semasa di Unsoed Purwokerto, Fahmi menjalankan usaha jual gorengan.

“ya sistemnya kantin kejujuran aja sih ya, jadi gak ada yang jaga, dan alhamdulillah pembelinya jujur semua,” kenangnya.

Meski kuliahnya disambi berdagang, namuna Fahmi Syaputra tidak ingin nilai akademiknya jelek dan terganggu.

Bahkan tercatat, selama menempuh pendidikan D3 Bahasa Inggris di Universitas Sordirman Purwokerto, Fahmi juga aktif di beberapa organisasi; seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) juga di Iniversitas Soedirman.

Wahhh.. keren ya, semoga kisah sukses Fahmi bisa jadi inspirasi sobat energi ya. (*)

Related Articles

Back to top button