Kabar IndonesiaNasional

Energi Bangsa Terbuang Sia-Sia Jika Pilkada 2020 Ditunda

Jakarta (energibangsa.id) – KPU terus digoyang untuk menunda pilkada 2020. Padahal sebelum memutuskan untuk melaksanakan Pilkada pada akhir tahun Desember ini, KPU sudah mengundur suara yang sebelumnya akan digelar pada 23 September 2020.

Karena ditunda ke Desember, Arief Budiman, Ketua KPU pusat merasa sosialisasi yang banyak menghabiskan dana dan energi itu sia-sia.

Ia tidak ingin dana dan energi yang telah dikeluarkan ini tebuang sia-sia.

“Pertama untuk menyelenggarakan tanggal 23 September 2020, kita menetapkan itu tahapan sudah berjalan. Kalau dihitung, sudah habis sekitar Rp 1 triliun seluruh Indonesia, kemudian kita lakukan penundaan ke 9 Desember,” tutur Arief Budiman.

Sebagaimana kita ketahui, KPU telah menerbitkan regulasi terkait pelaksanaan Pilkada dengan protokol kesehatan yang tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pilkada dalam Kondisi Bencana Non alam Covid-19.

“Penting pertimbangan kita energi yang sudah dikeluarkan terlalu besar ini jangan sampai sia-sia. Supaya tidak sia-sia, bersama-sama menjadi tugas kita menjaga kesehatan dan keselamatan menyelenggarakan Pilkada di tengah pandemi Covid-19,” ujar Arief Budiman.

Selain itu, Arief menambahkan, tidak ada yang bisa memastikan kapan wabah virus Corona berakhir.

Sebelumnya, KPU memiliki opsi untuk menunda Pilkada pada tahun 2021, namun sepertinya penundaan tersebut bukan opsi yang baik.

Lantaran, benar-benar tidak ada seorang pun yang tahu kapan pandemi ini berakhir. Termasuk juga para ahli epidemiologi yang terang-terangan mengatakan bahwa akhir dari pandemi virus Corona tidak bisa diprediksi.

“Kalau ditunda, kita tidak ada yang bisa memprediksi tahun depan pandeminya hilang atau tidak. Kita tidak bisa memperkirakan,” tutupnya.

Related Articles

Back to top button