fbpx
Sambat

Energi Bangsa Sesalkan Keterlibatan Pelajar dalam Demo RUU Cipta Kerja

SEMARANG, energibangsa.id — Pandemi Covid-19 rupanya bukan satu-satunya masalah di tahun 2020. Pasalnya, baru-baru ini terjadi unjuk rasa untuk memprotes pengesahan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Di Kota Semarang, aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja terjadi di depan Gedung DPRD Jawa Tengah dan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (7/10) kemarin.

Aksi itu diikuti oleh ribuan massa dari kalangan buruh dan mahasiswa, mendesak DPR dan pemerintah membatalkan UU Cipta Kerja. Sayangnya, tak hanya buruh dan mahasiswa yang aksi turun jalan. Pelajar yang seharusnya belajar secara daring bahkan terlibat dalam aksi demonstrasi.

Alasan tidak tahu

Terdapat belasan pelajar diamankan anggota Polrestabes Semarang. Saat ditanya alasan ikut serta dalam aksi tersebut, mereka dengan ‘lempeng’ menjawab tidak tahu. Lah, kan aneh yak?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjenguk pelajar dan buruh di Mapolrestabes Semarang, Rabu (7/10/2020).

Banyak pihak menyayangkan aksi yang dilakukan para pelajar tersebut. Persoalan RUU Cipta kerja (omnibus law) sesungguhnya tak langsung bersinggungan dengan urusan pelajar, kecuali kaum buruh yang memang berjuang demi nasibnya.

“Soal RUU Cipta Kerja itu, mohon maaf, sebenarnya tak banyak orang tau hakekatnya. Saya rasa, banyak orang mengalami keterbatasan info tentang omnibus law. Lha ini, pelajar malah ikut-ikutan demo terus piye jal? Kan ngga bersinggungan langsung dengan mereka”, ujar Didik T. Atmaja, Chief Media Online energibangsa.id.

Tak hanya itu, beberapa mahasiswa juga menyayangkan aksi yang melibatkan pelajar itu. Pasalnya, demonstrasi dinilai hanya akan merugikan para siswa.

“Para siswa harusnya belajar di rumah saja. Kemarin kan udah dapet kuota gratis dari Kemendikbud, mbok yo dimanfaatkan,” ujar Budi Satria, seorang mahasiswa yang juga penulis konten di bisnis startup di Semarang.

“Lagian sekarang ini kan lagi musim UTS, ya udah walaupun UTS nya dari rumah, ya dikerjakan. Kemarin katanya ngeluh tugasnya banyak, kok malah ikut demo, masih kurang tugasnya?” imbuh Budi.

Budi menyebut dirinya tak tertarik dalam aksi unjuk rasa soal RUU Cipta Kerja. Menurutnya, ikut demo justru menambah deret persoalan bangsa, memperkeruh suasana.

“Bukannya saya menutup mata sama masalah ini, tapi saya rasa itu hanya akan memperkeruh suasana. Jujur saya masih kurang paham dengan Omnibus Law ini. Lebih baik saya diam saja,” pungkasnya. (buddy/EB).

Related Articles

Back to top button