fbpx
Kesehatan

Efek Samping Kemoterapi yang Harus Diketahui Pasien

ENERGIBANGSA.ID – Kata kemoterapi umum digunakan untuk merujuk pada metode pengobatan pasien pasien kanker.

Selain kemoterapi, beberapa pengobatan kemoterapi ada operasi, terapi radiasi, immunoterapi, terapi hormon, dan transplantasi sel batang atau sumsum tulang.

Kemoterapi bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan sel kanker yang bersarang di dalam tubuh.

Akantetapi, tidak semua obat-obatan kemoterapi bekerja dengan cara yang sama.

Kemoterapi standar atau tradisional menggunakan obat yang dapat membunuh sel (bersifat cytotoxic), termasuk sel tumor.

Dilansir dari beberapa sumber, berikut efek samping kemoterapi yang perlu pasien ketahui.

Efek Samping Kemoterapi

Sel kanker berkembang dengan cepat, sehingga cara kerja obat kemoterapi dengan membunuh sel-sel yang berkembang pesat.

Akan tetapi, obat kemoterapi akan melalui perjalanan panjang hingga bisa sampai ke seluruh tubuh, sehingga ia dapat mempengaruhi sel normal yang juga bertumbuh dengan cepat.

Sel-sel sehat yang terkena dampak inilah dapat menyebabkan timbulnya efek samping pada pengobatan kemoterapi.

Biasanya, sel pembentuk darah di sumsum tulang, folikel rambut, dan sel-sel pada mulut, sistem reproduksi, serta saluran pencernaan inilah yang sering terkena dampaknya.

Beberapa juga dapat merusak sel-sel di hati, ginjal, paru-paru, kandung kemih dan sistem syaraf.

Di bawah ini adalah efek samping yang umum terjadi selama proses kemoterapi :

  • Kelelahan
  • Rambut rontok
  • Mudah memar dan berdarah
  • Infeksi
  • Anemia
  • Mimisan dan muntah
  • Perubahan nafsu makan
  • Konstipasi
  • Diare
  • Masalah mulut, lidah, dan tenggorokan
  • Kulit kering dan perubahan warna kuku
  • Masalah kencing dan ginjal
  • Perubahan berat badan
  • Chemo brain, berpengaruh pada fokus dan konsentrasi
  • Perubahan fungsi seksual
  • Masalah kesuburan

Perlu diketahui, tidak semua orang akan mengalami semua efek samping seperti apa yang sudah disebutkan di atas.

Oleh karena itu, wajar bila dokter bisa saja memberikan obat yang berfungsi untuk mencegah munculnya beberapa efek samping.

Related Articles

Back to top button