fbpx
Religius

Dua Orang yang Saling Membunuh namun Masuk Surga Bersama-sama

Oleh: Muhammad Syaiful, S.Pd.I, M.Ag

Ada sebuah Hadis Mutasyabbihat dalam Kitab Shohih Bukhori yg menerangkan bahwa Allah ‘tertawa’ ketika melihat dua orang yang saling membunuh namun keduanya masuk surga.

Untuk lebih jelasnya mari kita baca Hadisnya sebagai berikut:
يضحك الله الى رجلين يقتل احدهما الاخر يدخلان الجنة يقاتل هذا في سبيل الله فيقتل ثم يتوب الله على القاتل فيستشهد.

Artinya: “Allah tertawa kepada dua orang laki-laki, seorang di antaranya membunuh seorang lainnya, keduanya masuk Surga. Yang satu berperang di jalan Allah hingga terbunuh secara syahid, sementara Allah menerima taubat si Pembunuh dan ia pun juga meninggal dalam keadaan syahid”.

Subtansi yg ingin saya sampaikan di sini bukan menyuruh untuk berperang ya, namun saya mengajak sobat energi untuk lebih husnudzon atau berprasangka baik, atau positive thinking terhadap orang yang sekarang mungkin kita anggap lebih buruk dari kita.

Orang yang kita anggap sesat, sering maksiat, mungkin saja di akhir hayat mereka bertaubat dan meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Sedangkan kita bisa jadi malah sebaliknya, namun wal iyadzu billah.

Memang seharusnya kita mengajak mereka kembali di jalan Allah, tetapi tak perlu ada caci-maki dan ujaran kebencian, tak perlu ada hujatan dan permusuhan.

Lha gimana kita mau mengajak mereka untuk ikut masuk dalam ‘bus’ kita kalau kita mengajak sambil caci maki? Logika sederhananya kan lebih baik mereka pakai ‘bus’ mereka sendiri. Itu mungkin yang ada dalam fikiran mereka.

Jadi mari kita ber-husnudzon, karena mungkin saja nantinya kita masuk surga bersama mereka.

Jika kita berdakwah, mari niat berdakwah mengajak mereka yang tidak sefaham atau tidak seakidah dengan kita dengan cara yang lebih santun, lembut, penuh kasih sayang sebagai mana yg diajarkan Baginda Junjungan kita Yang Mulia Rasulullah Muhammad SAW.

Mari kita menengok sejarah yang koheren dan pas dengan hadis di atas yakni, sejarah tentang terbunuhnya Sayyidina Hamzah bin Abdul Mutholib paman Nabi dalam perang Uhud yg dibunuh oleh Wahsyi, lalu jantungnya Sayyidina Hamzah dimakan oleh istrinya Abu Jahal.

Ini adalah pembunuhan yang sangat kejam, bahkan Nabi pun sangat bersedih dan juga para sahabat sempat sangat marah ketika itu.

Tapi Allah berkehendak lain, ternyata di akhir hayatnya Wahsyi bertaubat masuk Islam dan juga meninggal dalam peperangan membela agama Allah.

Oleh sebab itu, sebagaimana dalam hadis kajian kita di atas: Allah ‘tertawa’ (baca: ridho) melihat Hamzah masuk Surga dan Wahsyi juga akhirnya ikut masuk surga. Meski di dunia sempat berperang, mungkin beliau berdua di akhirat akhirnya ‘ngopi bareng’ di surga.

Wal Akhir, orang yang semakin tinggi dan semakin dalam ilmunya akan semakin bijaksana dan tidak suka membenci dan mencaci. Salam Damai. Monggo dipun srutup kopine…

* Muhammad Syaiful, S.Pd.I, M.Ag , Pengurus LP Maarif NU Jawa Tengah

Related Articles

Back to top button