fbpx
Gaya HidupKesehatanRagam Bangsa

Dua Garis Biru, Memberikan Pendidikan Seks Lewat Film

ENERGIBANGSA.ID — Film Dua Garis Biru yang mulai tayang hari di Bioskop seluruh tanah air, dinilai sebagai upaya lain memberikan pendidikan seks dan kesehatan reproduksi yang lebih mudah dipahami remaja. 

Angga Yunanda, pemeran Bima dalam film tersebut mengungkapkan Film Dua Garis Biru menceritakan tentang edukasi seks yang jarang ada di film. Apalagi Media juga jarang mengangkat hal itu,

Ia merasa remaja itu butuh edukasi seks karena jarang juga diangkat di sekolah dan orangtua.

“Di media sosial, pada bilang ini tabu, padahal enggak karena mereka harus tahu,” aku Angga.

Pernyataan Angga diamini oleh Psikolog Roslina Verauli. Usai nonton bareng Film tersebut dirinya mengatakan film Dua Garis Biru menggambarkan budaya masyarakat Indonesia yang tertutup soal seks.

“Di Indonesia, kita gak pernah membahas seks secara terbuka. Budayanya malu. Akibatnya, banyak remaja yang terperosok karena minimnya pengetahuan,” kata Verauli kamis (12/7).

Menurut dia, remaja juga perlu diedukasi mengenai arti tanggung jawab membentuk keluarga.

Dua Garis Biru, Memberikan Pendidikan Seks Lewat Film
Para Pemain Film Dua Garis Biru berfoto bersama saat mengadakan roadshow ke berbagai kota. (dok Beritagar )

Sementara itu sutradara dan penulis script film ini Gina S. Noer mengungkapkan sudah lama kita tidak disuguhkan dengan film tentang kehidupan remaja atau kehamilan remaja yang sebenarnya sering kita temui.

“Lewat film ini kami ingin film ini menjadi bahan diskusi di rumah bahwa sex education, itu penting untuk dikenalkan pada anak sedini mungkin,” ujarnya saat ditemui di Royal Plaza Surabaya, Sabtu (6/7).

Selain itu, Gina juga mengatakan, film ini bukan mengajak atau mencontohkan apa yang di perbuat Bima dan Dara.

Namun sebaliknya, ia menambahkan, memberi pengertian dan pemahaman bahwa ini tidak patut untuk dicontoh serta mengambarkan tentang konsekuensi akan pilihan tersebut.

Film Dua Garis Biru mengisahkan tentang Bima dan Dara yang masih duduk di bangku SMA.

Mereka yang awalnya berteman kemudian saling jatuh cinta dan akhirnya berpacaran.

Suatu kali, Bima dan Dara melakukan hal yang seharusnya mereka tidak lakukan sehingga membuat Dara menjadi hamil.

Kehamilan Dara ini mengubah semuanya. Kehidupan mereka dan juga keluarga mereka. 

Dua Garis Biru, Memberikan Pendidikan Seks Lewat Film
Angga Yunanda, Rachel Amanda dan Zara JKT 48, para pemain Film Dua Garis Biru. (dok lifestyle Sindonews )

Film yang mengisahkan tentang perkawinan usia muda ini, sebagaimana informasi yang didapat tim energibangsa.id, sempat mendapatkan pertentangan.

Sebagian besar orang mendesak agar film ini tidak ditayangkan di seluruh bioskop Indonesia. 

Banyak pihak menuding bahwa film ini adalah kampanye untuk seks bebas atau seks pranikah di kalangan anak remaja.

Akan tetapi tidak sedikit kalangan menilai Dua Garis Biru film yang tepat sebagai edukasi kepada remaja tentang kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan, dan berbagai masalah yang akan dihadapi bila mengalami pernikahan usia dini.

“Penyajiannya memang harus seperti ini, dalam bentuk ceramah orang nggak akan dengar, tapi dengan film seperti ini bisa tersampaikan,” kata Dwi Listyawardani selaku Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, seperti dikutip tim energibangsa.id dari tempo.co.

Dia menjelaskan bahwa menyampaikan sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan, dan nilai-nilai lain kepada remaja memang lebih tepat dengan menggunakan media film.

Menurutnya, film Dua Garis Biru juga bisa menjadi pembelajaran bagi orang tua dalam pola pengasuhan anak dan pentingnya menjaga komunikasi dengan anak agar tidak terjerumus pada perkawinan usia dini.

Yani pun menilai, dalam kehidupan nyata keluarga yang agamis seperti yang digambarkan keluarga tokoh bima di film tersebut tidaklah cukup untuk mencegah pergaulan bebas yang terjadi di kalangan remaja.

Ia berpendapat harus ada pendidikan seks yang diberikan secara komprehensif sejak dini.

Pendidikan seks sendiri merupakan sebuah pendidikan yang berisikan informasi mengenai isu-isu seksualitas yang penting. 

Misalnya seperti isu mengenai pubertas, menstruasi, mimpi basah, pacaran, mitos-mitos dan kehamilan.

Namun selama ini semua itu masih dianggap tabu untuk dibicarakan di ranah publik.

Di Indonesia Pendidikan seks masih terus menjadi perdebatan sehingga belum masuk ke dalam kurikulum pendidikan nasional.

Selain itu muncul sebuah kekhawatiran bahwa pendidikan seksualitas akan mendorong anak untuk melakukan hubungan seksual.

Padahal riset yang dilakukan oleh Kelompok Pakar Pendidikan Seksualitas Eropa di tahun 2016 membuktikan bahwa pendidikan seksualitas tidak mendorong anak untuk melakukan hubungan seksual, melainkan dapat memberikan informasi yang kompeherensif mengenai isu seksualitas.

Sehingga anak memahami dan mampu membuat keputusan yang lebih bijak dalam menjalani kehidupannya.

Dengan hadirnya film Dua Garis Biru diharapkan bisa membukakan mata setiap orang khususnya para remaja akan pentingnya sex education atau pendidikan seks.

Maka kedepannya dapat meredam pergaulan bebas dikalangan para remaja yang mengakibatkan kehamilan diluar nikah.

Zara JKT 48 yang memerankan sosok Dara pun memberikan pesan pada kaum remaja, untuk tidak mencontoh Bima dan Dara dalam film Dua Garis Biru.

Sebab, film ini hanya sebagai contoh serta untuk direnungkan tentang bagaimana memilih pergaulan dan teman agar tak salah langkah.

Related Articles

Back to top button