fbpx
Ekonomi & Bisnis

DPRD-Pemprov Bersinergi Cari Terobosan Tingkatkan PAD

SEMARANG, energibangsa.id—Pandemi Covid-19 berdampak banyak pada anggaran pendapatan (PAD) terutama dari pajak.

Ketua Komisi C DPRD Jateng Bambang Hariyanto B mengaku, data yang dihimpun selama pandemi ini menjadikan pendapatan asli daerah (PAD) 2020 merosot hingga Rp1,9 triliun.

Dari penurunan PAD tersebut, paling besar berasal dari pajak kendaraan bermotor (PKB), terutama bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) mencapai hampir 12,5 persen.

Bambang mahfum dengan kondisi sekarang. Di saat pandemi ini, masyarakat lebih memilih untuk mencari kebutuhan primer dibanding kebutuhan tersier atau kebutuhan yang berkaitan dengan meningkatkan harga diri, prestise atau gengsi.

Masalah tersebut mengemuka dalam perbincangan hangat dalam dialog radio MNC Trijaya FM “Topik Utama: PAD Jawa Tengah di Tengah Pandemi”, yang dibaca di Hotel Noormans Semarang, Jumat (12/3/2021).

Turut menjadi narasumber lain Kepala Bidang Pajak Kendaraan Bermotor Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Jawa Tengah Johan Haryanto, dan Ketua Cemsed FEB UKSW Salatiga, Priyo Hadi Adi.

Namun demikian, lanjut Bambang, hal tersebut tidak lantas membuat semuanya baik masyarakat maupun pemerintah patah semangat.

Yang diperlukan saat ini adalah upaya untuk mampu bertahan hidup dengan tetap hidup dan mengencangkan ikat agar kehidupan tetap berjalan dengan layak dimasa pandemi.

DPRD bersama Pemprov Jawa Tengah akan melakukan terobosan dengan menyisir sektor-sektor yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan asli derah (PAD).

Selama ini kontribusi PAD paling besar masih ditopang dari sektor pajak daerah. (dd)

Related Articles

Back to top button