Kabar DaerahKabar Indonesia

DPD KNPI Jateng Siap Menjadi Pelopor Pembangunan Pasca Pandemi Covid-19

ENERGIBANGSA.ID – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Jawa Tengah menyatakan diri siap menjadi pelopor pembangunan pemuda terutama dalam membantu pemerintah mengembalikan stabilitas ekonomi pasca pandemi Covid-19 khususnya di wilayah Provinsi Jawa Tengah.


Demikian itu dalam sarasehan hahalbihalal DPD KNPI Jawa Tengah pada hari Ahad, 22 Mei 2022 di Wade Kopi, Jalan Pemuda, Kabupaten Demak.

Dalam kesempatan tersebut hadir sejumlah pengurus teras DPD KNPI Jateng di antaranya Ketua DPD KNPI Jateng, H Nur Wahid, SHI, MSi, Sekretaris DPD KNPI Jateng Dr M Kholidul Adib SHI,MSI, bendahara DPD KNPI Jateng Haryanto, Wakil Ketua Bidang Sosial Saiful Alim, Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga Hery Prasetyo, dan sejumlah kader KNPI dari daerah di sekitar Demak.

Tekad untuk menjadikan DPD KNPI Jateng berperan aktif dalam pembangunan itu sudah dicetuskan sejak pemberian Anugerah Pemuda Award tahun 2020 kepada sejumlah tokoh pemuda yang dinilai menjadi inspirasi bagi kepeloporan pembangunan.

Anugerah Pemuda Award tahun 2020 itu diadakan di hotel Saraswati Semarang bersamaan dengan momentum peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020.

Ketua DPD KNPI Jateng, H Nur Wahid,SHI,MSi mengemukakan, bahwa sebagai pemuda anggota KNPI akan selalu berkomitmen untuk menjaga NKRI dan ideologi Pancasila serta siap menjadi pelopor dalam pembangunan.

“Kondisi bangsa kita sekarang sudah mulai membaik dalam mengatasi pandemi Covid-19, kita tahu ekonomi sangat terdampak pandemi sehingga banyak pengangguran dan banyak pemuda yang butuh lapangan pekerjaan.

Kondisi ini yang menjadi dasar pikiran kita kira-kira apa yang bisa KNPI berikan untuk ikut serta membantu negara mengatasi masalah ekonomi dan pengangguran sebagai dampak pandemi.

Maka saya usul harus ada data base potensi kader kita itu SDM nya bagaimana, kesibukan mereka sekarang melakukan apa, pekerjaan mereka apa, yang jadi politisi, PNS, pengusaha atau yang masih menganggur itu ada berapa. Kejelasan data base anggota KNPI akan membuat kita mudah menentukan langkah pemberdayaan anggota kita,” tandas Nur Wahid.

Terkait dengan gagasan kontribusi KNPI bagi pemberdayaan ekonomi pemuda, Dr M Kholidul Adib, Sekretaris DPD KNPI Jateng menyampaikan sejumlah usulan yang memungkinkan bisa dijalankan oleh KNPI agar mempunyai kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi, yaitu mengadakan pelatihan wirausaha pemuda, mendidik generasi muda dengan skill tertentu dan menanamkan jiwa kemandirian ekonomi.

Setelah menjalani usaha baru kemudian dibuatkan wadah usaha bisa berupa koperasi atau badan usaha lain seperti PT, CV atau UD. Masing-masing badan usaha ini bisa dijalankan dengan kelebihan dan kelemahannya masing-masing.

“Secara ideal koperasi sangat baik untuk memperkuat ekonomi bangsa. Koperasi bisa mengikat anggota untuk bersama-sama bisa maju. Memang bikin koperasi tidak mudah. Ini salah satu wadah yang baik untuk pemberdayaan ekonomi pemuda sebagai bentuk bukti nyata eksistensi pemuda ada manfaatnya bagi pembangunan ekonomi,” tandas Adib.

Koperasi kalau diseriusi sebenarnya bagus. Adib menjelaskan, banyak koperasi yang sukses karena diurus dengan serius, namun seringkali banyak orang yang mengalami kesulitan untuk membesarkan koperasi.

Kata Adib, hasil pengamatannya menunjukkan ada sejumlah faktor yang membuat koperasi tidak bisa maju diantaranya pengurus koperasi belum bisa menentukan jenis usaha apa yang akan ditekuni.

Anggota koperasi tidak serius sehingga tidak mau menyertakan modal dalam jumlah besar, kemudian anggota terlalu menggantungkan nasib koperasi pada figur tertentu sehingga mereka tidak bisa antusias untuk berpartisipasi aktif.

Kemudian kendala para pengurus yang tidak mengurusi koperasi dan yang terakhir anggotanya belum punya usaha atau lapangan pekerjaan yang jelas menghasilkan.

“Koperasi kalau mau baik memang meniscayakan keseriusan para anggota dan pengurus. Koperasi akan jalan jika anggotanya orang-orang mau menyertakan modal artinya mereka harus sudah punya pekerjaan atau punya usaha bukan orang-orang yang masih menganggur,” kata Adib.

Haryanto, bendahara DPD KNPI Jateng mengemukakan, kita memang harus mempunyai data base anggota dan lapangan pekerjaan yang dijalani, kemudian kalau bisa kita sudah sepaham bisa membangun bisnis bersama dalam wadah badan usaha bersama bisa PT, CV atau koperasi atau badan usaha lain yang bisa menyejahterakan anggota kita.

“Dalam waktu dekat saya akan mengadakan pelatihan kewirausahaan di Karanganyar dan bisa mengundang kawan-kawan dari daerah lain. Harapan saya pesertanya nanti yang benar-benar minat berwirausaha sehingga bisa menindaklanjutinya dalam bentuk pengembangan usaha yang riil,” kata Haryanto.

Hery Prasetyo, Wakil Ketua DPD KNPI Jateng bidang Pemuda dan Olahraga menyampaikan bahwa banyak lapangan pekerjaan yang bisa ditekuni para pemuda.

Misalnya yang mempunyai skill bisnis bisa memulai bisnis, termasuk bisnis penyalur jasa keamaan (security) kita bisa membantu menyalurkan, bahkan kalau ada yang minat menjadi tenaga kerja ke luar negeri kita juga bisa menyalurkan.

“Kalau kendala modal orang bisnis itu modal yang utama itu keberanian untuk memulai. Kalau sudah ada keberanian maka yang lainnya akan nyusul termasuk duit dan jaringan akan dengan sendirinya mudah,” tandas Hery.

Sementara Saiful Alim, Wakil Ketua Bidang Sosial menjelaskan pada dasarnya lapangan pekerjaan itu sangat luas namun yang paling utama adalah membangun jiwa korsa kita sebagai anggota KNPI untuk bisa saling membantu sahabat kita yang membutuhkan bantuan.

“Kadang kita ini lupa terlalu sibuk dengan urusan kita masing-masing padahal ada banyak kawan kita yang butuh bantuan kita, terutama yang baru kena PHK atau masih menganggur karena terbatasnya lapangan pekerjaan. Di sinilah kita harus ikut memikirkan solusi bagi kawan-kawan kita yang seperti itu,” tutur Alim.

Related Articles

Back to top button