fbpx
Kabar Daerah

Dorong Masyarakat Gemar Mengaji, PP IKSAB Launching “Gandrung Ngaji” secara Online

KUDUS, energibangsa.id—Pengurus Pusat Ikatan Siswa Abiturien Tasywiquth Thullab Salafiyah (PP IKSAB) mengadakan webinar alumni sekaligus “launching” forum diskusi bertajuk “Gandrung Ngaji”, Rabu (24/2/2021) malam.

Acara yang mengusung tema “Ngajakin Kenalan IKSAB” tersebut, menghadirkan pembicara H.M. Haidar Ulinnuha (Ketua PP IKSAB) dan Maulana Ismail (Ketua Bidang Pemberdayaan dan Penguatan Alumni).

Sementara, Koordinator “Gandrung Ngaji”, Ferhadz A Muhammad, bertindak memimpin langsung acara yang dimulai sejak pukul 20.00-22.00 WIB itu.

Spirit “Gandrung Ngaji”

Pria jebolan MA NU TBS Kudus delapan tahun silam itu menjelaskan tentang spirit dibentuknya “Gandrung Ngaji”.

“Kami mengamati, kok ternyata banyak sekali alumni-alumni TBS yang berhasil menorehkan capaian keren, baik di ranah dakwah, pemberdayaan sosial, kebudayaan, ekonomi, politik, dan lain-lain. Ini keren lho, maka sayang sekali kalau tidak dipanggungkan,” terang Ferhadz.

Dari pengamatan tersebut, lanjut Ferhadz, kemudian muncul inisiatif untuk membuat wadah ‘ngaji’ yang menjadi tempat berbagi pengetahuan antar alumni dari beragam profesi.

“Harapannya semua alumni, mulai dari yang sudah menjadi kiai, guru, dosen, pengusaha, politisi, pejabat, seniman, sampai pemain bola (semoga ada) bisa menyapa dan membagikan beberapa ilmunya kepada para alumni lainnya”, ujarnya.

“Terutama alumni yang masih muda. Siapa tahu berkat forum ini, adik-adik termotivasi untuk selalu optimis berproses,” imbuhnya.

Soal nama “Gandrung Ngaji”

Mengenai nama “Gandrung Ngaji”, pihaknya mengaku terinspirasi dari arti Tasywiq dalam rangkaian nama almamater madrasah yang memiliki arti gandrung.

Menurut Ferhadz, kata ‘Grandrung” dalam KBBI kata itu berarti “sangat cinta, rindu (kasih) akan…”. Mudahnya gandrung bisa dimaknai gairah cinta yang luar biasa.

Sehingga saat diikutkan dengan tambahan kata ‘ngaji’, maka dapat diambil arti, bahwa “para alumni sangat cinta dan bergairah akan kegiatan ngaji (belajar)”.

Sementara itu, Haidar Ulinnuha berkesempatan membuka acara sekaligus meresmikan “Gandrung Ngaji”.

Ia pun langsung membacakan fatihah sebagai tanda peresmian “Gandrung Ngaji” sebagai bagian dari kegiatan PP IKSAB periode kepemimpinannya.

Dorong Masyarakat Gemar Mengaji, PP IKSAB Launching "Gandrung Ngaji" secara Online
Ketua Umum PP IKSAB 2020-2024, H. Haidar Ulinnuha (doc iksab)

Saat diskusi berlangsung, Ketua Umum asal Cengkareng,  DKI Jakarta, itu berulang kali menegaskan bahwa IKSAB merupakan organisasi alumni yang sangat terbuka terhadap saran, masukan, dan kritik.

IKSAB akan senantiasa membuka ruang dialog antara pengurus dan anggota supaya bisa saling menguatkan.

“Untuk menjalankan roda kepengurusan, hal yang terpenting adalah sabar dan ikhlas,” katanya, saat ditanya mengenai semangatnya menjalankan roda kepengurusan PP IKSAB.

Jelang kegiatan satu abad

Maulana Ismail, pemantik lain, menyampaikan penegasan positioning dari IKSAB yang sebentar lagi akan dihadapkan dengan momen 1 abad usia almamaternya.

“Organisasi alumni merupakan sebuah kumpulan yang terhimpun sebab berangkat dari ruang belajar yang sama. Peran madrasah sejak sebelum kemerdekaan sampai hari ini tidak bisa dilupakan, karena pendiri madrasah sebagian besar juga aktivis Nadhatul Ulama”, terang Maulana.

“(Ini) terutama dalam bidang pendidikan dan penguatan prinsip akidah Ahlusunnah Waljamaah dari masa penajajahan sampai hari ini. Jadi harus dipahami, kita ini punya sumbangsih,” ujarnya.

Dorong Masyarakat Gemar Mengaji, PP IKSAB Launching "Gandrung Ngaji" secara Online
Ketua Pemberdayaan dan Penguatan Alumni, Maulana Ismail (doc iksab)

Usai materi, ngaji dilanjutkan dengan forum sesi tanya jawab. Banyak pembahasan yang muncul, di antaranya pengadaan fasilitas informasi terkait jenjang pendidikan dan kerja, termasuk beasiswa, pembentukan wadah usaha para alumni, serta gagasan lainnya.

Sebagai informasi, kegiatan “Gandrung Ngaji” ini akan diselenggarakan rutin seminggu sekali. Para penggaas akan menentukan tema-tema menarik.

Tema itu antara lain, seperti ke-TBS-an, ke-NU-an ke-Aswaja-an, kajian sosial dan politik, pemberdayaan ekonomi, sharing pengalaman dan motivasi dari alumni yang sudah menjadi tokoh, dan obrolan ringan lainnya. (M Burhan)

Related Articles

Back to top button