fbpx
Gaya HidupKesehatan

Disunat Oleh Jin, Ternyata Begini Penjelasan Medisnya

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Baru – baru ini warga Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo dihebohkan dengan peristiwa unik dan tak biasa pada Sabtu (29/8) lalu.

Seorang bocah berinisial OES (5) dianggap telah disunat jin. Pasalnya alat kelamin bocah tersebut tampak habis disunat meski sebenarnya pernah disunat.

Namun dalam dunia kedokteran, hal ini bukanlah sebuah fenomena mistis, melainkan salah satu jenis kelainan organ kelamin bernama parafimosis.

Dilansir dari family doctor bahwa parafimosis adalah kondisi yang hanya terjadi pada anak laki – laki yang belum disunat. Namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa untuk terkena kelainan ini.

Baca Juga : Ingin Qurban Tapi Belum Aqiqah, Lebih Utama Mana?

Biasanya penyebab dari parafimosis yang dialami pria dewasa meliputi infeksi karena tidak menjaga kebersihan organ kelamin, adanya penyakit diabetes, dan cedera yang diakibatkan karena seks dilakukan secara berlebihan.

Parafimosis sendiri, bersumber dari detik.com, memiliki gejala meliputi: tak bisa menarik kulup kembali ke posisi normal,terjadinya pembekuan di ujung penis, ketidaknyamanan dan nyeri, kemerahan pada penis , serta sulit buang air kecil.

Sebenarnya, melansir dari detikhealth, parafimosis terjadi ketika posisi kulup tertarik hingga ke batang penis.

Kulup yang tak bisa kembali pada ujung penis akan menimbulkan bendungan aliran darah yang tak normal.

Jika dibiarkan, bagian penis akan membengkak dan ujungnya berwarna merah hingga keunguan, sehingga terlihat seperti telah disunat.

Apabila parafimosis tak segera ditangani, akan mengakibatkan kematian di jaringan ujung penis dan dapat terjadi infeksi.

Oleh sebab itu, ada dua cara terapi untuk mengatasi parafimosis, yaitu dengan melakukan sirkumsisi plastik (frenuloplasty) atau radikal.

Dalam menangani parafimosis, biasanya dokter akan mengobati pembengkakan dengan cara menekan penis dengan tangan, membungkus penis dengan perban, atau bisa juga dengan menggunakan es. Setelah pembengkakan hilang, dokter akan menarik kulup kembali.

Jika kulup terlanjur menempel, dokter perlu membuat sayatan kecil pada kulup tersebut untuk melonggarkannya. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin perlu melakukan penyunatan. (buddy/EB).

Related Articles

Back to top button