fbpx
Kabar Daerah

Diskusi dengan Muslimat NU Kudus, Mawahib Afkar Tekankan Pentingnya Kesetaraan Gender

ENERGIBANGSA.ID – Menurut World Health Organization (WHO) gender adalah sifat perempuan dan laki-laki yang menjadi norma, peran, dan hubungan antara kelompok pria dan perempuan, yang dikonstruksi secara sosial.

Makna gender dapat berbeda antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lainnya, serta dapat berubah seiring waktu.

Pemprov Jateng, melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah seri bincang santai bersama anggota Komisi E DPRD Jateng; H. Mawahib Afkar.

Melanjutkan seri bincang santai yang sering dibawakan oleh politisi dari kaum santri itu bersama kalangan perempuan, dalam forum diskusi ini mengangkat tema “Penguatan Prespektif Gender di Masyarakat.”

“Dengan adanya materi penguatan gender,  para peserta diskusi diharapkan memahami maksud dari gender itu sendiri dan menerapkan pemahaman atas kesetaraan gender dalam menjalankan tugasnya di lingkungan sosial serta di kehidupan sehari-hari,” kata Mawahib Afkar.

Diskusi dengan Muslimat NU Kudus, Mawahib Afkar Tekankan Pentingnya Kesetaraan Gender

Acara yang digelar di Gedung Daarul Hadlonah Kudus itu, diisi oleh aktivis perempuan Kudus: Eni Misdayani, yang telah menjabat Komisioner KPUD Kudus 2 periode.

Juga dihadiri oleh Nyai Hj. Khumaidah Hamim, Ketua PC NU Muslimat Kab Kudus, Nyai Hj. Zuhairoh Ulil Albab Arwani, Pembina Muslimat PC NU Kab Kudus.

“selain itu, acara ini semakin khidmah karena juga dihadiri oleh Bu Nyai Hj. Rusydah Mustofa, bundanya Gus Ayik Hasyim Asyari, mantan Satkorwil Banser Jateng, yang sekarang ada di KPU RI, dan juga dihadiri oleh segenap pengurus PAC Muslimat NU Kabupateng Kudus,” ujar politisi Golkar itu saat dihubungi energibangsa.id pada Jumat (9/4) malam.

Mawahib menyebut acara diskusi itu menekankan, menguatkan, dan memberdayakan perempuan dalam pengambilan keputusan, baik dalam sosial, maupun politik.

“intinya perempuan memiliki hak yang sama dalam pengambilan keputusan dan harus kita hormati,” tandas politisi penggerak Ansor Jateng itu.

Diskusi dengan Muslimat NU Kudus, Mawahib Afkar Tekankan Pentingnya Kesetaraan Gender

Mawahib juga menekankan bahwa perempuan bisa meraih posisi apapun setara laki-laki.

Perempuan bisa jadi birokrat, legislatif, dokter, dan seterusnya, selama kodrat gender sebagai sunnatullah tidak dilanggar sebagai seorang ibu.

“Idiom kaum perempuan yang selama ini identik dapus, sumur dan kasur tidak beraku lagi,” pungkasnya.

Terpisah, aktivis perempuan di Kudus, Hj. Kharirotus Sa’adah memberikan kesan tersendiri mengenai tema kesetaraan gender yang disampaikan politisi dari partai berlambang beringin itu .

“beliau (Mawahib) itu humanis, selalu peduli sesama, orange grapyak semanak ngraketke konco, tidak peduli dari mana, lelaki atau perempuan, semua kalangan dihargai,” ujarnya. (*)

Related Articles

Back to top button