fbpx
Kabar Daerah

Dishub Semarang Berlakukan Larangan Kendaraan Besar Masuk Kota, Simak Caranya

SEMARANG, energibangsa.id – Telah merilis pernyataan bahwa kendaraan besar apapun dilarang melintas masuk ke dalam kota, Dinas Perhubungan Kota Semarang mengambil tindakan tegas.

Kabid Pengendalian dan Penertiban Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengutarakan pemasangan rambu larangan kendaraan besar masuk ke jalan Letjen Suprapto dinilai kurang efektif.

Dikarenakan masih banyak pelanggaran, Pemerintah Kota Semarang akhirnya memasang portal ketinggian menuju jalan tersebut.

“Jalan Letjen Suprapto sudah dikasih batas. Semua ruas yang mengarah ke situ juga sudah ada rambunya mulai dari polder simpang Cendrawasih, simpang Sayangan, dan Bubakan. Kendaraan besar sudah dihalau untuk cari jalan lain,” papar Danang,

Dia menjelaskan, kendaraan besar dengan berat diatas tiga ton tidak diperbolehkan masuk Jalan Letjen Suprapto. Kendaraan besar bisa melalui alternatif lain semisal melewati Bundaran Bubakan, Jalan Agus Salim, Jalan Patimura, Jalan Raden Saleh, atau Jalan Arteri Ronggowarsito.

Alasan lain mengapa hal tersebut dilakukan, karena Jalan Letjen Suprapto dibangun menggunakan bantu andesi yang dinilai tidak mampu menahan beban seberat lebih dari 3 ton.

Danang melanjutkan, semakin banyak kendaraan berat yang melintas Jalan Suprapto juga dapat mengancam bangunan heritage. Terlebih, kawasan itu telah ditetapkan sebagai kawasan wisata cagar budaya.

“Kalau banyak kendaraan besar lewat situ, tentu akan menambah polusi. Padahal, disitu sudah jadi kawasan wisata dan banyak pejalan kaki,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya akan menambah beberapa portal ketinggain di kawasan Kota Lama untuk menghalau kendaraan besar masuk ke kawasan heritage antara lain di Jalan Merak, Simpang Cendrawasih, dan Simpang Sayangan. (Ozan/EB)

Related Articles

Back to top button