Ekonomi & BisnisNasional

Dikritik Perihal Pertumbuhan Ekonomi, Jokowi: Jangan Kufur Nikmat

ENERGIBANGSA.ID – Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu “ladang” yang sering dijadikan sasaran kritik oleh beberapa pihak, terutama oposisi.

Menyikapi hal ini, Presiden Jokowi meminta agar rakyat lebih bersyukur dan jangan kufur nikmat.

“Kok nggak mensyukuri kadang-kadang. Aduh. Namanya kufur nikmat,” kata Presiden di Istana Bogor, pada Kamis (22/8/2019).

[Baca juga: Jokowi : Skema Biaya Pemindahan Ibukota Segera Disiapkan]

Presiden mengatakan bahwa setiap periode pemerintahan memiliki tantangan ekonomi yang berbeda-beda, sehingga penilaian kinerja pertumbuhan ekonomi harus berimbang.

“Ya setiap waktu tantangannya berbeda karena pekerjaannya berbeda. Setiap periode waktu tantangannya berbeda-beda. Jadi kalau ke depan ada tim ekonomi baru atau tim ekonominya tetap itu tantangannya berbeda,” ujar Presiden.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Energi Bangsa, Presiden menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia kini sudah cukup baik. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia cukup unggul sebab pertumbuhan ekonomi di sana justru mengalami penurunan yang sangat drastis.

[Baca juga: Semester I, Indonesia Ekspor Pangan Segar ke 29 Negara]

“Kalau boleh ya saya menyampaikan, kita ini harusnya bersyukur, kalau negara lain pertumbuhan ekonominya turun drastis, ada yang minus. Kita ini masih di atas lima,” tutur Jokowi.

Maka dari itu, Presiden menyayangkan sikap dari beberapa pihak yang cenderung pesimis dan kontra pada pemerintahan tanpa mengkroscek data dan melihat realita yang ada.

Related Articles

Back to top button