fbpx
Kesehatan

Diklaim 95% Tokcer, Berikut Fakta seputar Vaksin Moderna

SEMARANG, energibangsa.id—Salah satu perusahaan farmasi yang berasal dari Amerika Serikat, Moderna, telah mengumumkan hasil analisis dari awal uji klinis vaksin Covid-19 yang telah dibuatnya.

Hasil yang keluar dinilai telah menjanjikan karena membuktikan jika vaksin Covid-19 yang mereka buat jauh lebih efektif dari yang sudah diperkirakan.

Serupa dengan Pfizer-BioNTech, Moderna juga mengklaim tingkat keberhasilan vaksin ini di atas 90 persen. Berikut beberapa fakta seputar vaksin Covid-19 yang dibuat dan dikembangkan oleh Moderna.

Jenis Vaksin

Vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Moderna dengan nama mRNA-1273 ini berbasis messenger RNA (mRNA), serupa dengan yang dikembangkan Pfizer. Mengutip dari Reuters, platform ini menggunakan kode genetik virus yang diciptakan manusia dan dapat dibuat dengan lebih cepat dibanding vaksin konvensional.

Uji klinis

Proses uji klinis yang dilakukan oleh Moderna dimulai pada bulan Maret, dan tahap akhir yang melibatkan 30 ribu partisipan dimulai 27 Juli di AS.

Dari hasil analisis awal menunjukkan 5 kasus yang ditemukan pada kelompok penyuntikan vaksin dari 95 kasus Covid-19. Sisanya sebanyak 90 kasus berasal dari kelompok plasebo. Sebanyak 11 kasus dikategorikan severe atau parah.

Efek samping vaksin

Efek samping umum yang ditemukan biasanya ringan-sedang. Namun setelah penyuntikan kedua, beberapa partisipan mengalami keluhan parah termasuk 10% yang mengalami fatigue atau kelelahan parah sehingga sulit melakukan aktiviyas sehari-hari. Sebanyak 9% mengalami nyeri di badan. Namun hanya sementara.

Distribusi dan penyimpanan

Dibandingkan vaksin Pfizer yang harus disimpan pada suhu minus 70 derajat Celcius, vaksin COVID-19 Moderna diklaim lebih mudah didistribusikan. Pada suhu pendingin biasa diklaim bisa bertahan selama 30 hari, dan pada suhu minus 20 derahat Celcius bisa bertahan hingga 6 bulan. [Tata/EB]

Related Articles

Back to top button