fbpx
Nasional

Diduga Vaksin AstraZeneca Mengandung Babi, Begini Penjelasan MUI

SEMARANG, energibangsa.id—Pihak AstraZeneca ditulis detikcom, Senin (22/3/2021) membantah keterangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait vaksinnya yang diduga mengandung babi.

Kini MUI memberi keterangan lanjutan bahwa vaksin AstraZeneca menggunakan bahan dari babi dalam proses pembuatannya.

AstraZeneca boleh digunakan

“Pada tahap penyiapan inang virus terdapat penggunaan bahan dari babi berupa tripsin yang berasal dari pankreas babi,” demikian bunyi keterangan tertulis dari Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI, Muti Arintawati, Senin (22/3/2021).

Meski demikian, MUI masih membolehkan penggunaan vaksin tersebut karena dalam keadaan darurat.

AstraZeneca masih boleh digunakan karena kapasitas vaksin belum mencukupi.

Fatwa ‘boleh digunakan’ pada vaksin AstraZeneca akan gugur jika stok vaksin di RI sudah mencukupi.

Apa itu Tripsin

Tripsin adalah getah perut yang dibawa oleh aliran darah ke pankreas, merupakan unsur yang penting dalam pencernaan.

Tripsin babi digunakan untuk memisahkan sel inang dari microcarrier-nya.

Selain pada tahap penyiapan inang, zat mengandung babi dipakai pada penyiapan bibit vaksin rekombinan.

“Pada penyiapan bibit vaksin rekombinan (Research Virus Seed) hingga siap digunakan untuk produksi (tahap master seed dan working seed), “kata Muti Arintawati

“Terdapat penggunaan tripsin dari babi sebagai salah satu komponen pada media yang digunakan untuk menumbuhkan E. coli dengan tujuan meregenerasi transfeksi plasmid p5713 p-DEST ChAdOx1 nCov-19,” jelasnya.

Diketahui dari dokumen

LPPOM MUI mengetahui kandungan babi tersebut dari hasil pencermatan dokumen yang dikirimkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Disebutkan pula, data itu dikirim WHO karena pengadaan vaksin ini melalui jalur multilateral.

Penugasan LPPOM MUI kepada auditor bidang obat dan vaksin dilakukan pada 24 Februari 2021.

Auditor mengkaji dokumen dossier vaksin AstraZeneca dari WHO itu.

Auditor kemudian melakukan kajian publikasi ilmiah AstraZeneca yang dapat diakses lewat situs web, publikasi itu berjudul ‘Assessment report COVID-19 Vaccine AstraZeneca Common name: COVID-19 Vaccine (ChAdOx1-S [recombinant]) Procedure No. EMEAIHIC/005675/000, 29 January 2021 EMA/94907/2021, Committee for Medicinal Products for Human Use (CHMP)’.

(dd)

Related Articles

Back to top button