fbpx
Sosial & Budaya

Di Jembatan Merah, ‘Emak-emak’ Surabaya Adakan Renungan Malam Sambut Hari Pahlawan 2020

SURABAYA, energibangsa.id—10 November merupakan tanggal yang ditetapkan sebagai hari untuk memperingati para pahlawan nasional Indonesia yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Setiap tahunnya, tepat 10 November seluruh rakyat Indonesia memperingati hari pahlawan.

Kota Surabaya sebagai kota pahlawan tentu memiliki kesan tersendiri dalam memperingati hari pahlawan. Setiap tahun berbagai macam acara digelar untuk memperingati tanggal 10 November itu. Salah satu acara yang digelar oleh masyarakat Surabaya yakni aksi renungan malam sehari sebelum hari pahlawan tiba.

Sejumlah ibu-ibu warga surabaya mebuat aksi renungan malam sehari sebelum tanggal 10 November sebagai bentuk menghormati dan mengenang jasa-jasa pahlawan. Di tahun ini, aksi renungan itu disertai dengan acara tabur bunga di area Jembatan Merah. Dan mereka juga melakukan doa bersama untuk menyambut sekaligus memperingati hari pahlawan.

Aksi ini dilakukan serentak oleh beberapa ibu-ibu Surabaya dengan membawa lilin sembari mendengarkan pidato bersejarah Bung Tomo. Sepanjang aksi renungan malam, mereka diiringi dengan lagu nasional gugur bunga. Jelang hari pahlawan esoknya, para penggelar aksi melaksanakan acara dengan hikmad dan sesuai protokol kesehatan.

Wujud peringatan hari pahlawan ke-75

Dilansir dari liputan6.com, Ketua Umum BMPI Surabaya, Panjul Sungkari, menjelaskan bahwa acara itu sebagai bentuk peringatan 75 hari pahlawan. Jadi kita pilih tempat di Jembatan Merah karena tempat ini jarang dilakukan aksi peringatan.

Panjul juga menyebut bahwa aksi-aksi seperti itu sangat penting digelar. Itu sebagai bentuk peringatan yang dapat menyentuh dan membangkitkan semangat. Karena di buku-buku sejarah banyak menyebutkan bahwa Jembatan Merah sebagai tempat saksi puluhan ribu pahlawan Indonesia yang berperang dan  gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Lebih lanjut ia mengemukakan bahwa masyarakat perlu merasa penting ada acara di di Jembatan Merah. Untuk tahun ini, karena di tengah pandemi, maka kami tetap mematuhi protokol kesehatan juga melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian.

“Jembatan Merah ini akan selalu menjadi pengingat perjuangan dan jasa para pahlawan,” tegasnya.

“Aksi seperti ini digelar untuk membangkitkan semangat pahlawan. Mengenang perjuangan ‘arek-arek Suroboyo’ serta Bung Tomo, yang kala itu terpanggil untuk merebut kemerdekaan Indonesia”, tandasnya. (Zeni Zan/EB/Surabaya)

Related Articles

Back to top button