fbpx
Kabar Indonesia

Di Jakarta, Tak Bermasker Dihukum Masuk Peti Mati?

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Sejumlah warga di DKI Jakarta masih ada yang kedapatan melanggar protokol kesehatan. Salah satunya tidak memakai masker. Alhasil, para pelanggar ini dikenai sanksi, dari denda hingga kerja sosial.

Warga yang mendapat ‘hukuman’ masuk peti mati akibat langgar protokol kesehatan (sumber; detikcom)

Dilansir dari detikcom (2/9/2020), di kawasan RT 11 RW 11 Kelurahan, Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, ada sanksi ‘dadakan’ yang diberikan kepada pelanggar protokol COVID-19. Sanksi itu lantaran banyaknya antrean warga yang hendak ‘dihukum’ karena melanggar protokol kesehatan.

Baca Juga : Bukan Pakaian, Bagaimana Mencuci Masker Kain yang Benar?

“Awalnya pelanggar banyak yang kena razia masker, tapi karena antre lama kerja sosial (kerja sosial 60 menit), lama nunggu giliran,” kata Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian kepada wartawan, Rabu (2/9/2020).

Budhy mengatakan, saat ada antrean itu, tiba-tiba salah satu anggota petugas berinisiatif menawarkan sanksi lain. Pelanggar diberi pilihan untuk dikenai sanksi denda, kerja sosial, atau tidur di replika peti mati.

“Ada salah satu petugas (belum tau inisiatif awal dari siapa) menawarkan ke pelanggar mau denda, kerja sosial atau tiduran di replika peti mati. Lanjut si pelanggar memilih tiduran di peti mati sambil berhitung 1-100,” jelas dia.

Baca Juga : Kampanye Nasional Masker, Airlangga: Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangun Kembali!

Dalam video yang diterima, pelanggar yang tak pakai masker ini tidur di replika peti mati sambil memejamkan mata. Sejumlah petugas terlihat mengelilingi pelanggar yang dihukum tiduran di dalam replika peti mati.

Warga yang tidur di replika peti mati itu lantas diingatkan akan bahaya COVID-19. Budhy menekankan sanksi ini agar warga sadar akan ancaman Corona.

Sobat energi, jika di Jakarta pelanggar tak memakai masker ‘dihukum’ kerja sosial hingga masuk replika peti mati. Apa hukuman pelanggar protokol kesehatan di Semarang? (dd/EB)

Related Articles

Back to top button