Kesehatan

Di Amerika Cuci Piring Pakai Spons Ternyata Bikin Diare hingga Meninggal Dunia, di Indonesia: Biasa Aja!

ENERGIBANGSA.ID – Sobar energi, tahukah kalian bahwa ternyata spons cuci piring itu penyebab diare? pasti nggak banyak yang sadar kan ya?

Dikutip dari vice.com Charles Gerba, guru besar mikrobiologi dan ilmu lingkungan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Mel & Enid Zuckerman Universitas Arizon, menjelaskan bahwa Spons cuci piring adalah sarang bakteri.

“Segala jenis bakteri dapat hinggap di sana, khususnya salmonella yang menularkan penyakit melalui makanan.” ujarnya. Waduh, itu berarti spons terindikasi lebih kotor dari toilet.

Charles sudah lama mendalami bakteri dalam spons. Pada 2000, dia menguji 100 spons cuci piring lebih di seluruh Amerika. Temuannya menunjukkan 15 persen darinya mengandung salmonella, kandungan tinja, dan bakteri lain.

Spons “mengumpulkan, mengerami, dan menyebarkan bakteri” yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia lewat tangan dan/atau makanan terkontaminasi.

Dengan memegang spons, bakteri yang hinggap di sana dapat pindah ke tubuh dan menyebabkan infeksi patogen seperti salmonella. Orang yang terinfeksi berisiko mengalami gejala-gejala seperti diare, menggigil, dehidrasi, demam, bahkan hingga meninggal dunia.

Faktanya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan 380 orang Amerika meninggal setiap tahunnya karena keracunan bakteri salmonella.

Beda di Amerika, Beda di Indonesia

Tapi itu di Amerika? Bagaimana dengan di Indonesia? Salah seorang ibu rumah tangga yang tidak mau disebutkan namanya berpendapat bahwa kebersihan spons memang mempengaruhi, tapi yang penting kan airnya bersih dan suci.

“bisa jadi cara mencucinya di Amerika itu beda cara sama kita, nyatanya selama ini anak-anak saya sehat-sehat semua,” kilahnya.

Ahmad Syafii, salah seorang praktisi dan aktivis kesehatan di lingkungan Nahdlatul Ulama menyebutkan bahwa kesadaran thoharoh atau bersuci mayoritas warga Indonesia itu berbeda dengan di Amerika.

“di pesantren itu ya nyatanya santrinya sehat-sehat,” ujar Ahmad Syafii.

“variable utama dalam cuci piring itu kan air, bukan spons, jadi (mungkin) karena orang Indonesia itu nawaitunya, bismillah-nya dan tingkat keyakinannya tinggi, sehingga tidak rawan terkena sakit diare seperti di Amerika sana,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button