fbpx
Daerah

Di Ambang Resesi, Ridwan Kamil Pede Pulihkan Ekonomi

ENERGIBANGSA.ID (Bandung) – Mencuatnya pandangan pesismistis dari sejumlah pejabat publik mengenai terperosoknya Indonesia ke jurang resesi pada kuartal ketiga 2020 mulai santer diperbincangkan. Namun berbeda dengan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil yang memilih untuk tetap berupaya memulihkan perekonomian.

“Saya sih masih menunggu kabar resmi ya. Misalkan besok disebut resesi, ya disebut resesi atau tidak resesi, kerja kita tidak berubah. Kita akan terus mencari upaya-upaya meningkatkan produktivitas. Salah satunya kan daya beli, makanya bantuan tunai yang buat gaji di bawah berapa Rp 5 juta itu, untuk UMKM berapa triliun rupiah yang ada di BJB, lagi kita dorong,” katanya saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (1/9/2020).

“Jadi bagi saya pribadi, memaknai resesi sebagai sebuah statistik yang harus kita waspadai, tapi tidak mengubah semangat kita untuk terus mencoba berupaya menaikkan ekonomi,” kata pria yang akrab disapa Kang Emil itu melanjutkan.

Dia tetap optimis bahwa pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat akan kembali naik pada akhir tahun mendatang. Hal ini sendiri dipicu karena aktivitas pembayaran proyek pembangunan yang dilakukan di akhir tahun.

Kang Emil juga menjelaskan, di kuartal kedua ini biasanya pemerintah hanya melakukan belanja barang yang nilainya relatif lebih kecil.

Baca Juga : Jurus Hindari Resesi & Kekuatan RI ala Sri Mulyani

“Mayoritasnya kan ada dibayar kontraktor atau apa. Infrastruktur itu memang paling besar dan ternyata memang numpuknya di akhir tahun. Itulah kenapa kita kelihatannya lompatnya di akhir tahun,” katanya seperti tim energibangsa.id melansir dari detik.com.

Ia juga menyampaikan arahan dari Presiden Jokowi dalam rapat virtual pada Selasa (1/9), yang meminta agar kepala daerah untuk meningkatkan kualitas pemulihan ekonomi secara maksimal.

“Harapannya, mudah-mudahan tiga atau satu bulan ya, untuk caturwulan ketiga ini, harapannya tidak ada resesi. Tapi kalaupun ada, kita hadapi sama-sama. Dan hasil prediksi semoga benar, di akhir tahun sih kita bisa positif (pertumbuhan ekonominya) walaupun angkanya tidak besar,” katanya.

Langkah yang Dilakukan Ridwan Kamil

Kang Emil juga menyampaikan pada Oktober 2020 akan dilaksanakan ground breaking di salah satu kota baru di Kawasan Rebana (Cirebon – Patimban – Kertajati). Yang dimana kota ini juga akan menjadi salah satu lokasi strategis di Jabar.

“Kemudian Novembernya peresmian Pelabuhan Patimban. Mudah-mudahan memberikan pesan bahwa Jawa Barat sudah siap dengan ekonomi, walaupun ada klaster di industri itu, akan kita telusuri dan akan kita lokalisir,” katanya.

Sebelumnya, Emil mengatakan dalam kurun enam bulan, pada semester 1 tahun 2020, ternyata investasi yang masuk ke Jawa Barat tidak berkurang, sebesar Rp 57,9 triliun. Dan menjadikan Jawa Barat sebagai peringkat nomor 1 di Indonesia dalam hal investasi. (buddy/EB).

Related Articles

Back to top button