fbpx
Film dan Hiburan

Deretan Film Hingga Peran Ade Firman Hakim di Dunia Perfilman Nasional

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Jejak Ade Firman Hakim dalam dunia perfilman Indonesia akan terus dikenang. Mengawali kariernya sebagai finalis Abang None Jakarta wilayah Jakarta Barat pada tahun 2008 dengan gelar harapan 1.

Pria kelahiran  20 Oktober 1988 dan memulai kariernya di industri film Tanah Air sejak tahun 2010. Film pertama yang diperankannya adalah Bebek Belur. Ade telah memerankan sederet film yang terkenal di Tanah Air. Berikut deretan filmnya :

Tahun 2020 dalam film Ustadz Jaga Jarak sebagai Fahmi

Ustadz Jaga Jarak menjadi film yang diaktori terakhir Ade Firman Hakim. Serial web yang ditayangkan di YouTube Menjadi Manusia. Mengisahkan di tengah pandemi ketika semua orang terjebak di zona merah selama bulan Ramadhan.

Baca Juga : Tayang Perdana, Intip Jadwal Tayang Film Joker di Layar Kaca

Peran Ustadz Fahmi, membuat Ade Firman Hakim luwes karena ia menggambarkan seorang perantau yang tak bisa balik karena covid-19. Ia tak mau bersedih berlarut-larut akibat pandemi, saat swakarantina membuka konsultasi daring untuk mereka yang ingin belajar agama.

Tahun 2015 dalam film Guru Bangsa Tjokroaminoto sebagai Muso

Dalam film bergenre sejarah yang kesekian kalinya, Ade Firman Hakim berperan sebagai Musso. Dalam film Guru Bangsa: Tjokroaminoto, karakter  Musso alias Paul Mussotte alias Muso Manowar yang menjadi orang nomor satu di PKI pada era 1920-an.

Film Guru Bangsa: Tjokroaminoto garapan sutradara Garin

Nugroho.

Ade Firman Hakim berkesempatan adu akting dengan deretan aktor dan aktris seperti Reza Rahadian, Christine Hakim, Didi Petet, Alex Komang, Sujiwo Tedjo.

Tahun 2013 dalam film Soekarno: Indonesia Merdeka sebagai Chaerul Saleh

Film sejarah yang dibintangi oleh  Ade Firman Hakim sebagai Chaerul Saleh. Di film yang berjudul Soekarno: Indonesia Merdeka. Peran Chaerul Saleh sebagai seorang pejuang dan tokoh politik Indonesia yang pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri, menteri, dan ketua MPRS di antara tahun 1957 dan 1966. Ade semakin juga tampak elegan, karena peran Chaerul Saleh menjabat sebagai Ketua Persatuan Pemuda Pelajar Indonesia.

Tahun 2020 dalam film Buya Hamka sebagai Karta

Memerankan Karta di film drama biografi Indonesia bercerita tentang Abdul Malik Karim Amrullah atau Hamka. Sebagai  seorang ulama Indonesia digarap oleh disutradarai oleh Fajar Bustomi dan dibintangi oleh Vino Bastian sebagai Hamka. Hal ini menjadi film biografi yang kesekian kalinya diperankan Ade Firman Hakim.

Tahun 2019 dalam film Ratu Ilmu Hitam sebagai Maman

Peran Ade Firman Hikam sebagai Maman pada film Ratu Ilmu Hitam merupakan salah satu film horor yang kerap diperbincangkan di November 2019. Garapan Kimo Stamboel dan penulis skenario Joko Anwar ini, sebagai repro film pada 28 tahun silam.

Meski repro, film Ratu Ilmu Hitam versi terbaru ini sangat berbeda dengan film yang pernah diperankan Suzanna pada 1981.

Tahun 2019 dalam film Kelam sebagai Arman

Film horor Indonesia yang menceritakan seorang yang sejak kabur dari rumah delapan tahun, hubungan Nina (Aura Kasih) dan mamanya, Dewi (Rina Hassim) menjadi dingin.  Film buatan  karya sutradara Erwin Arnada dan penulis naskah Fajar Umbara. Berdurasi 75 menit, dengan naungan studio produksi Open Door Films.

Tahun 2019 dalam film Lorong sebagai AKP Sarjono

Film yang menceritakan soal keluarga Mayang dan Reza.  Pasca melahirkan, Mayang (Prisia Nasution) terbangun dan mencari anaknya. Namun, Reza (Winky Wiryawan), suaminya, bahwa anak pertama yang baru saja lahir itu meninggal.

Lorong yang digarap oleh film Winky semenjak mundur dalam dunia akting selama sekitar lima sampai delapan tahun. Winky dikenal sebagai aktor yang sering mengambil peran di film horor pada 18 tahun lalu. Ia pernah membintangi film horor berjudul “Jelangkung”.

Tahun 2019 dalam film Sabyan Menjemput Mimpi sebagai Saman

Film yang dibintangi Ade Firman Hakim, menyisipkan dua plot lain saat menampilkan karakter tetangga rumah susun Nissa yang bernama Saman (Ade Firman Hakim) dan Ayahnya yang buta (Fuad Idris) serta menceritakan tentang fans pertama Sabyan, Ndut Kece (Meni Agus Nori) dan Bilal (Chandra Wahyu Aji).

Film berjudul “Sabyan Menjemput Mimpi” merupakan film yang diambil dari kisah nyata ini disutradarai oleh Amin Ishaq dan ditulis oleh Novia Faizal. Berdurasi 94 menit, di bawah studio produksi Millennia Pictures.

Tahun 2019 dalam film #Malam Jumat: The Movie sebagai Tio

Film ini juga dibintangi Ade Irfan Hakim yang berperan menjadi Tio. Salah satu film adaptasi dari channel youtube Ewing HD, Malam Jumat The Movie yang rilis di bioskop-bioskop Indonesia pada 16 Mei 2019.

Keinginan Ewing untuk memberikan pengalaman berbeda kepada para subscribers-nya. Perannya akan berbagi cerita saat berkeliling ke Wonder Park, taman yang sudah lama terbengkalai.

Tahun 2018 dalam film 22 Menit sebagai Firman

Ade Firman Hakim berperan dalam film memerankan seorang Polantas. Pada sebuah wawancara Ade Firman Hakim, perannya tersebut mengubah pandangannya terhadap polisi.

“Yang tadinya negatif jadi positif,” katanya ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, kala itu.

22 Menit film garapan Eugene Panji dan Myrna Paramita. Menceritakan tentang keberanian warga ibukota dan kesigapan aparat kepolisian. Heroisme ini merupakan gambaran penggembosan terorisme yang terjadi di kawasan Thamrin, Jakarta, pada tahun 2016.

Tahun 2018 dalam film Lima sebagai Penasehat Hukum

Peran Ade Irfan Hakim di film Lima sebagai penasehat hukum patut ditonton lagi. Garapan sutradara Lola Amaria kembali muncul lewat film terbarunya bertajuk Lima yang tayang pada , 31 Mei 2018 serentak di seluruh bioskop Tanah Air.

Lola juga didapuk sebagai produser duduk sebagai produser film ini. LIMA dibuat untuk menyambut hari lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni mendatang.  Film mengisahkan nilai-nilai Pancasila yang divisualisasikan ke dalam film dapat

diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Tahun 2017 dalam film Night Bus sebagai Susanto

Berperan di film yang mendapatkan penghargaan FFI 2017 sebagai Susanto. Film ‘Night Bus’ sendiri bercerita tentang perjalanan mendebarkan melalui sebuah aksi teror gerakan separatis yang terinspirasi dari kisah nyata yang dialami sang aktor, Teuku Rifnu Wikana.

Tahun 2017 dalam film Bid’ah Cintah

Film yang rilis pada  tahun 2017 Bid’ah Cinta, Ade Firman Hakim memerankan Sandra dengan karakter transgender yang religius. Berkat totalitasnya, Ade Firman Hakim dinominasikan sebagai Pemeran Pembantu Pria Terpuji

Kategori Film di Festival Film Bandung 2017.

Bid’ah Cinta garapan sutradara Nurman Hakim, dengan karya-karya film 3 Doa 3 Cinta. Ade Firman beradu acting dengan  Ayushita Nugraha, Ibnu Jamil, dan Dimas Aditya.

Tahun 2016/II dalam film Midnight Show sebagai Guntur

Peran Ade FIrman Hakim sebagai Guntur di film yang dirilis pada 14 Januari 2016. Menceritakan tentang misteri pembunuhan di sebuah bioskop tua. Garapan sutradara debutan, Ginanti Rona Tembang Asri dibintangi oleh Acha Septriasa, Gandhi Fernando, Ratu Felisha, Ganindra Bimo sebagai pemeran utama. Film ini pun, menjadi penampilan perdana Acha Septriasa di genre thriller. (fadli/EB)

Related Articles

Back to top button