Teknologi

Deoterions Ciptaan Mahasiswa Brawijaya Permudah Tim SAR Temukan Korban Gempa

ENERGIBANGSA.ID – Berangkat dari permasalahan yang ditemui dikehidupan sehari-hari ternyata justru menjadi faktor bermunculannya ide-ide kreatif dan inovatif.

Hal ini juga terjadi pada salah seorang mahasiwa Universitas Brawijaya, Malang Satrio Wiradinata. Berawal dari gempa yang terjadi di kampung halamannya di Padang tahun 2009 silam yang mengakibatkan Ia kehilangan teman dan guru. Bahkan tak hanya itu, kejadian naas tersebut juga mengakibatkan ibundanya mengalami cedera tumpurung lutut.

Keterbatasan alat pendeteksi korban menjadi kendala yang sering dihadapi Tim SAR saat di lapangan. Seringkali mereka harus menunggu alat bantuan dari luar negeri yang mana proses tersebut akan memakan waktu lama. Sehingga nyawa korbanlah yang menjadi taruhannya.

Inilah yang membuat Satrio dan kedua rekannya, Muhammad Rizka Maulana dan Andi Okta terinspirasi menciptakan sebuah alat pendeteksi lokasi korban gempa yang tertimbun reruntuhan. Alat ciptaan mereka ini diberi nama Deoterions atau Detector of Interconnected Position Points. Deoterions ciptaan mahasiswa Universitas Brawijaya tersebut menggunakan saluan gelombang radio 9,15 mhz.

Untuk menggunakan alat tersebut seperti yang dikutip dari republika.co.id korban cukup mengaktifkannya dan alat tersebut akan bekerja. Sedangkan, untuk daya tahan baterai Deoterions cukup tahan lama. Pasalnya, baterai mampu bertahan sejak difungsikan hingga satu bulan dan apabila alat tidak dipakai korban maka tidak akan menguras energi.

Meski pada umumnya dalam keadaan bencana sistem telekomunikasi akan down, alat tersebut tetap dapat difungsikan dengan baik. Sesaat setelah korban mengaktifkan alat tersebut, maka sinyal akan terkirim ke alat pelacak di aplikasi yang ada di smartphone walau tanpa jaringan internet. Dengan begitu Tim SAR dapat langsung mencari posisi korban yang tertimbun.

Untuk saat ini alat tersebut hanya mampu mendeteksi korban dalam radius paling jauh 112 meter. Sementara ini, Deoterions lebih berfokus pada pencarian korban secara linear atau samping. Sedangkan untuk kedalaman Rizka selaku Juru Bicara menjelasakan bahwa tim belum menguji kemampuan alat tersebut untuk mendeteksi korban dari segi kedalaman. Ke depannya tim berharap alat ini juga bisa dipergunakan untuk pencarian korban longsor juga.

Buat Sobat Energi tertarik untuk memiliki alat Deoterions tadi kalian harus bersabar karena alat tersebut belum di pasarkan untuk umum. Sembari menunggu Sobat Energi bisa juga bereksperimen membuat alat lain yang bisa bermanfaat saat terjadi bencana.

Related Articles

Back to top button