fbpx
Dunia

Politik Thailand Memanas, Demonstran ‘Serang’ Kerajaan

SEMARANG, energibangsa.id—Setelah Myanmar digoyang kudeta oleh junta militer. Huru-hara seputar demokrasi kini pecah di Negeri Gajah Putih; Thailand.

Pendemo pro-demokrasi Thailand kembali turun ke jalan-jalan di Bangkok menyerukan reformasi kerajaan.

Para pengunjuk rasa juga memanjat monumen besar di Bangkok dan membungkusnya dengan kain merah tua.

Mereka menyerukan agar kerajaan menghapus undang-undang pencemaran nama baik kerajaan yang dinilai kejam.

Melansir AFP, gerakan yang menyerukan perombakan pemerintahan Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha yang dipimpin oleh para pemuda tersebut sebelumnya vakum selama beberapa bulan terakhir akibat gelombang baru Covid-19 di Thailand.

Penahanan pemimpin nasional

Namun, penahanan empat pemimpin terkemuka baru-baru ini kembali mendorong aksi unjuk rasa.

Mereka membawa ratusan massa untuk berdemo di persimpangan Monumen Demokrasi Bangkok dengan pengawasan ketat dari puluhan polisi anti huru hara.

Para pemimpin tersebut didakwa berdasarkan hukum lese majeste, yakni dengan dakwaan hukuman 15 tahun penjara jika terbukti bersalah menghina kerajaan.

“Saya ingin menekankan tujuan unjuk rasa hari ini adalah menyerukan penghapusan 112 yang mengacu pada undang-undang hukum pidana”, kara Panupong “Mike” Jadnok, dikutip CNBC Indonesia, Minggu (14/2/2021).

Negosiasi

Para pengunjuk rasa mulai berbaris ke istana kerajaan.

Namun tertahan oleh barikade dan kawat berduri yang mengelilingi daerah tersebut dengan puluhan polisi yang dilengkapi dengan perlengkapan penuh anti huru-hara.

Usai melakukan negosiasi, pihak berwenang mengawal empat pemimpin dari pengunjuk rasa ke Kuil Pillar Bangkok yang bersebelahan dengan Grand Palace.

Dimana mereka melakukan upacara pemberkatan air Buddha dan menyerukan “ganyang feodalisme, panjang umur rakyat”. (cnbc)

Related Articles

Back to top button