Essai

Debat Panas Anime & Kartun!!!

ENERGIBANGSA.ID – Kali ini sedikit berbeda ulasannya, yah.

Biasanya bahas masalah dunia pendidikan karena memang saya mantan ketua jurusan Animasi (fokus pada Desain Grafika dan 3D animasi) sebuah sekolah kejuruan.

Sekarang jadi tutor keterampilan grafis di sebuah lembaga pendidikan kesetaraan sekaligus juga lagi ngembangin IP Animasi bernama MAS BE DKK (ig : @masbe_dkk) bersama animator lokal, yaitu Mas Bambi, Mas Robby dan Mas Anin.

Ya, sesekali bahas lah masalah dunia ini tentang anime dan kartun.

Emang beda yah??? Nah, untuk lebih jelasnya kita mengupas dulu masalah apa itu kartun dan animasi?


Apa itu kartun?

Kartun adalah bentuk simpel dari sebuah objek untuk menjelaskan suatu hal yang biasanya digambarkan dalam bentuk yang lucu.

Pada perkembangannya, kartun-kartun ini dikembangkan lebih lanjut dalam bentuk kartun bergerak yang biasa kita sebut sebagai animasi.

Sejarah & Perkembangan Animasi Dunia

Animasi berasal dari kata “to animate” yang berarti seolah-olah menggerakkan suatu objek.

Animasi dimulai sejak diketemukannya sebuah lukisan dinding dalam kuburan mesir berusia 4.000 tahun, diikuti dengan ditemukannya gambar pada mangkuk tembikar berusia sekitar 5.000 tahun dari Shar-i Sokhta, Ira. Keduanya dianggap sebagai awal animasi purba.

Animasi bergerak ditandai dengan ditemukannya alat bernama Zoetrope Type pada tahun 180 masehi.

Selain itu, flip book juga merupakan perangkat pembuatan animasi pada awal masa-masa ini.

J Stuart Blackton dapat dikatakan sebagai pembuat film Amerika dengan menggunakan teknik animasi stop motion dan digabungkan dengan hand drawing.

Karya Blackton diantaranya adalah The Enchanted Drawing (1900) dan Humorous Phases of Funny Faces (1906).

Karya film animasi Blacton inilah yang dianggap sebagai animasi pertama perpaduan hand drawing dan stop motion.

Produksi film animasi sebagai sebuah industri sendiri mulai tahun 1910an hingga dari waktu itu industri animasi berkembang begitu pesat sampai ke seluruh dunia sampai di Indonesia & Jepang tentunya.

Animasi pertama di Indonesia dibuat untuk kepentingan politik tahun 1955, namun pada perkembangannya kita tahu sendiri begitu banyaknya animasi yang kita kenal saat ini.

Salah satu animasi yang terkenal karena edukasinya saat ini adalah NUSA & RARA sebagai sarana untuk mengenalkan kebiasaan-kebiassaan baik untuk anak-anak.

Bahkan, di negeri tetangga juga kita kenal dengan Boboby dan Upin Ipin.

Terus kok bisa ada Anime? dan Style Anime?

Anime adalah bahasa jepangnya dari animation (animasi). Terus kenapa bisa bergaya mata lebar gitu kalau anime?

Jadi gini, gaes. Penemu style mata lebar ini yang kita kenal sebagai anime ditemukan oleh Bapak Osamu Tezuka. Heh? beneran.

Pak Tezuka adalah seorang mangaka dan animator Jepang yang dilahirkan di Prefektur Osaka, Jepang.

Dia paling terkenal sebagai pencipta tokoh Atom Boy (atau Astro Boy).

Tezuka sering disebut sebagai “bapak manga” berkat karyanya yang sangat banyak.

Dia dianggap sebagai seorang pionir dalam teknik dan genre-genre manga.

Gaya “mata besar” yang sering ditemukan dalam tokoh-tokoh manga adalah hasil ciptaan Tezuka.

Sebenarnya Pak Tezuka menciptakan karakter ini karena terinspirasi dari karya-karya animasi dari Amerika seperti Mickey mouse (bukan mikey lo ya wkwkw).

Komik Astro Boy yang fenomenal karya Pak Tezuka populer pada 1950an sehingga dibuat menjadi serial animasi.

Astro Boy saat itu menjadi animasi serial pertama di Jepang (dengan style mata lebar) yang tayang melalui televisi.

Tayang perdana pada 1963an menjadikan film animasi astro boy sebagai tontonan hiburan baru bagi masyarakat Jepang.

Astro boy sebagai pionir animasi (dengan style mata lebar) di televisi membuat Animasi ini ditonton lebih dari 40% populasi Jepang.

Seiring berjalannya waktu, style mata lebar ini dikembangkan lebih banyak lagi sampai kita kenal dengan anime-anime yang booming sekarang ini.

Banyak sekali perkembangan-perkembangan dunia animasi ini.

Selain di Jepang pun, di Korea, China, bahkan Indonesia juga mengalami perkembangan dunia animasi ini.

Oleh : Ary Senpai (Tim Animasi Mas Be & Graphic Designer)

Related Articles

Back to top button