fbpx
Gaya Hidup

Dari Mana Istilah “Pedagang Kaki Lima” ?

ENERGIBANGSA.ID – Pedagang  kaki lima sering kita ucapkan ketika ingin membeli makanan dipinggir jalan.

Akan tetapi, sebagian besar dari kita tidak benar-benar mengetahui apa arti sebenarnya dari istilah ‘Kaki Lima’ tersebut.

Dari pada hanya asal ucap, mending kita cari tahu asal usul terciptanya istilah tersebut yuk!

Penjaja dagangan

Pedagang Kaki Lima atau disingkat PKL adalah istilah untuk menyebut penjaja dagangan yang melakukan kegiatan komersial di atas daerah milik jalan atau trotoar.

Di mana seharusnya trotoar diperuntukan bagi pejalan kaki.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Pedagang Kaki Lima adalah pedagang yang berjualan diserambi muka toko atau di lantai tepi jalan.

Lalu, dari mana kaki limanya?

Disebut ‘kaki lima’ dikarenakan ada dua roda pada gerobak dan satu kayu penopang di ujung gerobak dan satu lagi sepasang kaki orang yang mendorongnya. Maka jadilah kaki lima.

Namun, cerita ini dibantah oleh sejarahwan. Berdasarkan  perhitungan rumus trigonometri, alasan ini tidak masuk akal. Pasalnya, para pedagang yang berjualan menggunakan gerobak baru ada sekitar tahun 1980-an.

Sementara sebelumnya para pedagang sudah mendapat julukan pedagang kaki lima, mau bawa gerobak, ember, bahkan yang tidak membawa apa-apa tetap saja mereka disebut pedagang kaki lima.

Telah ada sejak dulu

Dikutip dari historia, kehadiran pedagang kaki lima sudah dimulai sejak zaman Gubernur Thomas Stamford Raffles (1811-1816).

Saat itu Raffles memerintahkan membangun trotoar di pinggir jalan selebar lima kaki (1,5 meter) dengan posisi yang lebih tinggi dari jalan raya.

Tujuannya supaya pejalan kaki lebih merasa aman dari sindiran kendaraan yang lebih kencang lajunya.

Namun, lama kelamaan trotar tersebut digunakan oleh banyak orang untuk berjualan.

Sebutan awal adalah ‘Penjual Trotoar Lima Kaki’ karena sedikit rumit maka diubah menjadi ‘Penjual Kaki Lima’.

Sekarang penyebutan pedagang kaki lima sudah menyatu di benak kita. Tak harus di trotoar, pedagang keliling, atau di pinggir jalan lainnya juga disebut pedagang kaki lima. (ara/ EB)