fbpx
DaerahEkonomi & Bisnis

Dapat Izin dari Pemkab, Objek Wisata Kudus Dibuka dengan Syarat

Energibangsa.id(Kudus)—Sempat ditutup beberapa saat akibat pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak bulan maret lalu, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kudus telah memberikan lampu hijau kepada pengelola untuk pembukaan kembali objek-objek wisata yang ada di daerah tersebut.

Akan tetapi pembukaan ini tidak lepas dari persyaratan yang diberikan Pemkab Kudus. Kepada para pengelola yakni agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat karena masa tanggap darurat COVID-19. Masih belum berakhir sebagaimana yang dianjurkan Pemerintah Pusat dalam menyambut adaptasi baru di Indonesia.

“Silahkan dibuka asal displin dalam menjalankan protokol kesehatan. Kegiatan perekonomian harus tetap berjalan diiringi dengan kesehatan yang juga harus jalan sehingga penularan COVID-19 dapat dicegah,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, M Hartopo , Jumat (21/08).

Izin pembukaan ini diketahui masih sebatas bagi warga lokal Kudus saja. Sementara bagi warga yang berada di luar Kudus masih tetap bisa  berkunjung dan menikmati objek wisata tersebut. Tetapi dengan harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh Pemkab Kudus.

Persyaratannya yaitu sebelum hendak berkunjung di kota yang terkenal dengan Masjid Menara Kudus ini. Warga yang berada di luar Kudus diminta untuk mendaftakan diri mereka secara online terkait kunjungannya ke Kudus.

“Mereka juga kami minta melengkapi surat kesehatan dari daerah setempat,” terang Hartopo.

Menara Kudus

Nantinya ketika para warga atau wisatawan dari luar Kudus yang telah sampai akan dilakukan pemeriksaan secara ketat guna memastikan apakah mereka benar-benar sehat .

Pengelola objek wisata pun juga diminta menyiapkan dan membetuk satuan tugas COVID-19 sehingga semua warga atau wisatawan yang datang dari luar Kudus dapat dimonitori dengan baik dan tidak terjadi kecolongan.

Sebelumnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah mendorong semua objek wisata yang ada di Kabupaten Kudus. Turut menerapkan Gerakan Bersih, Indah, Sehat, dan Aman (BISA) untuk menyambut adaptasi kebiasaan baru di masa pandemic COVID-19.

“Sekarang, hampir semua destinasi wisata mulai dibuka. Untuk memberikan jaminan keamanan kepada seluruh wisatawan yang berkunjung. Maka semua objek wisata didorong untuk menerapkan Gerakan BISA,” jelas Hendri Noviandari. Pelaksana Harian Direktur Kelembagaan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kamis (20/8), di sela-sela pencanangan Gerakan Bisa di objek wisata Taman Ria Colo, Kudus.

Dirinya menambahkan untuk mendukung berjalanannya gerakan ini (Gerakan BISA-red). Kemenparekraf telah memberikan bantuan stimulus berupa tempat mencuci tangan, cairan pembersih tangan. Alat penyemprotan beserta cairan disinfektan, dan juga peralatan lainnya yang dibutuhkan untuk bersih-bersih.

Saat ini status Kabupaten Kudus sendiri telah mengalami penurunan menjadi zona oranye. Dimana sebelumnya sempat mendapat daerah yang berstatus zona merah .

M Hartopo pun berharap dengan penuruan status ini bisa dipertahankan serta diperbaiki sehingga terjadi penurunan kembali menjadi daerah yang berstatus zona hijau.

Berdasarkan pantauan tim energibangsa.id dari laman corona.kuduskab.go.id, belum ada pertambahan kasus baru di Kabupaten Kudus.

Sementara jumlah kasus positif COVID-19 secara akumulasi sejumlah 928 kasus dengan rincian sembuh sebanyak 468 kasus. Meninggal 112 kasus, isolasi mandiri berjumlah 265 kasus dan menjalani perawatan di Rumah Sakit rujukan sekitar 65 kasus.

Objek wisata yang telah kembali dibuka meliputi Makam Sunan Kudus, Makam Sunan Muria, Taman Sardi, The Hill Vaganza, Waterpark Mulia Wisata, Taman Ria Colo, Taman Krida Kudus, serta Rejenu.

Sedangkan beberapa objek wisata lainnya yang masih belum dibuka yaitu seperti Wahana Wisata Kajar.

Related Articles

Back to top button