Nasional

Dapat Gugatan Rp 7 Triliun, Begini Tanggapan Bos Bosowa

SEMARANG, energibangsa.id — Erwin Aksa Komisaris Utama Bosowa Corporindo, menanggapi gugatan yang dilayangkan Qatar National Bank (QNB) QPSC Formerly SAQ pada dirinya senilai Rp 7,11 triliun.

Gugatan tersebut diajukan ke PN Jakarta Pusat atas dugaan perbuatan ingkar janji (wanprestasi) akta-akta jaminan kepada bank.

Erwin mengaku tak ambil pusing dengan gugatan itu. Menurutnya, persoalan gugat-menggugat dianggapnya suatu hal yang lazim terjadi di dunia bisnis.

“Gugatan perdata ini sifatnya sengketa bisnis. Itu hal biasa dalam bisnis. Tidak ada korporat di dunia tak memiliki masalah perdata,” jelasnya, melansir CNN, Rabu (7/10).

Tak mau ambil pusing, Erwin juga tak menanggapi poin-poin tuntutan yang diajukan QNB. Beberapa diantaranya yaitu meminta para tergugat untuk bersama-sama maupun sendiri-sendiri membayar seluruh kewajibannya yang mencapai Rp 7,11 triliun.

Mencakup US$ 352,9 juta atau Rp 5,18 triliun untuk fasilitas A dan US4 131,51 juta atau Rp 1,93 triliun untuk fasilitas B.

Pembayaran tersebut belum termasuk bunga sebesar 6,36 persen per tahun terhitung sejak 31 Agustus 2020 hingga tanggal dilunasinya seluruh kewajiban pembayaran kepada penggugat.

QNB menuntut untuk dilakukan penyelesaian kewajiban pembayaran terlebih dahulu, walaupun akan ada upaya hukum banding, kasasi, dan perlawanan (verzet).

“Belum ada putusan hukum,  baru didaftarkan. Majelis hakim saja belum ditentukan,” jelasnya.

Meski begitu, kedepannya, Erwin mengaku siap hadapi sengketa tersebut. Ia mengatakan pihaknya juga memiliki tuntutan yang mesti mendapatkan porsi keadilan pada penuntut di depan hukum.

Selain itu, Erwin menduga ada pihak lain yang menunggangi gugatan ini untuk membentuk opini publik.  Menurutnya hal ini tercermin dari pemberitaan yang terkesan berlebihan atas gugatan ini.

“Dalam kasus QNB ada yang berusaha menggiring menciptakan opini  publik,” katanya.

Namun, Erwin tak mau menjelaskan lebih detail mengenai pernyataannya tersebut.

Sebelumnya, QNB menggugat Erwin dengan surat perkara yang terdaftar dengan nomor 562/Pdt.G/2020/PN Jkt.Pst pada 5 Oktober 2020.

Gugatan tersebut ditujukan pada Erwin Aksa, kemudian ayahnya, Aksa Mahmud, dan dua orang lainnya Sadikin Aksa dan Muhammad Subhan Aksa.

“Menerima dan mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya. Menyatakan bahwa para tergugat telah melakukan perbuatan cidera janji (wanprestasi) atas akta-akta jaminan,” tulis perkara gugatan yang diajukan QNB di PN Jakpus.

(Annisaa/EB).

Related Articles

Back to top button