fbpx
Kabar IndonesiaNasional

Dana Abadi Kebudayaan: Dukungan Jokowi Untuk Seniman dan Budayawan

ENERGIBANGSA.ID — Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal jor-joran mendukung kesenian dan kebudayaan dalam periode kedua pemerintahannya.

Jokowi telah menyetujui pemberian dana abadi kebudayaan sekitar Rp 5 triliun mulai tahun depan.

Hal ini disampaikan Jokowi, pada Selasa (16/7), ketika bertemu dengan kurang lebih 30 seniman dan budayaan di Istana Merdeka.

Penganggaran ini sesuai dengan rekomendasi Kongres Kebudayaan pada 9 Desember 2018.

“Pak Jokowi mengatakan iya dan dimulai tahun depan Rp 5 triliun untuk lima tahun pertama,” kata Seniman, Goenawan Moehammad di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (11/12).

Pernyataan senada juga di sampaikan oleh musisi ternama Indonesia, Oppie Andaresta yang ikut dalam pertemuan tersebut.

“Garis besarnya bahwa Bapak berjanji memberikanĀ supportĀ lebih daripada yang sudah-sudah. Dia bilang ‘Saya untuk periode kedua ini akan jor-joran’,” kata Oppie seperti dikutip energibangsa.id dari tempo.co

Menurut dia, Jokowi menganggap seniman memiliki posisi cukup penting. Apalagi Indonesia dikenal kaya akan kebudayaannya.

Karena itu, sebagai bentuk dukungan, pemerintah berencana memberikan dana abadi.

Goenawan menyatakan pemerintah memang wajib memajukan kebudayaan negaranya.

Program dana abadi kebudayaan baru akan dilakukan pertama kali saat era Jokowi.

Selama ini, belum ada pemerintahan yang mau memberikan dana abadi kebudayaan.

Dirinya menambahkan perlakukan kebudayaan itu sebagai sumber kreativitas bangsa karena dengan penciptaan hal baru dilahirkan.

“Itu bagus sebagai menghayati perbedaan dan pembaharuan,” lanjut Goenawan

Pemberian dana abadi kebudayaan oleh pemerintah pun disambut baik dan antusias oleh para seniman dan budayawan.

Dana itu akan diproyeksikan untuk membantu kegiatan pementasan, latihan tari, puisi, serta musik yang selama ini sulit dilakukan

“Itu bisa membuat bertambah power untuk Indonesia kreatif. Tentu itu harus disambut baik oleh kita. Moga-moga caranya tidak terlalu sulit, tapi pengurasiannya juga jelas dan bisa membuat semua sisi industri kreatif bisa berkembang bersama,” kata Yovie.

Sementara Goenawan menuturkan jika dulu untuk mengadakan pementasan harus mengemis-ngemis dulu.

Sastrawan itu lantas mencontohkan seperti Festival Tari Intenasional dulu yang harus mengemis untuk mendapatkan dana akan tetapi tidak dapat.

Namun begitu, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, yang turut hadir pertemuan itu, mengatakan program tersebut masih dalam proses pembahasan.

“Mekanisme pengelolaan Dana Abadi Kebudayaan masih digodok. Tentunya bukan Bekraf yang bertanggungjawab,” kata Triawan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menerima 37 seniman dan budayawan di Istana Negara, Jakarta, Selasa sore.

Dalam pertemuan, Jokowi membuka ruang guna mendengar masukan serta keluhan para budayawan dan seniman selama ini di lapangan.

Selain itu, Jokowi juga meminta masukan dari seniman dan budayawan soal strategi mengembangkan kebudayaan di Tanah Air.

Seniman dan budayawan yang hadir di antaranya penyair M. Aan Mansyur, pegiat tradisi kesepuhan Abah Asep Nugraha, produser film berbasis budaya Abdul Azis, pegiat Suku Osing Aekanu Haryono, dan praktisi film Alex Sihar.

Ada juga sejarawan Bonie Triyana, penggerak Sekolah Rimba Butet Manurung, penyair Goenawan Muhamad, pegiat musik Jaya Suprana, dan pegiat literasi budaya Nirwan Arsuka.

Adanya Dana Abadi Kebudayaan yang dikucurkan Pemerintah tahun depan dapat memajukan dan mengembangkan Kesenian dan kebudayaan yang ada di Indonesia.

Terlebih seperti diketahui, Indonesia dikenal kental dan kaya akan kesenian dan kebudayaannya.

Untuk itu sudah sepatutnya untuk memperkenalkan, melestarikan, memajukan dan mengembangkan Kesenian dan kebudayaan kita.

Para seniman dan budayawan pun dengan leluasa dapat mengeksplorasi dengan membuat berbagai pementasan.

Dari tersebut juga diyakini dapat menambah pemasukan negara. Sebab dengan adanya pementasan yang dibuat sekelas internasional ataupun nasional bisa mendatangkan para wisatawan mancanegara ataupun domestik untuk datang.

Bahkan dengan hal ini, juga selaras dengan fokus pemerintahan kedepan yaitu Peningkatan Sumber Daya Manusia.

Sumber Daya Manusia yang berkualitas juga dapat datang dari suatu budaya atau kebudayaan.

Related Articles

Back to top button