fbpx
Ragam Bangsa

Catatan Hitam Para Pembunuh Kejam di Indonesia

ENERGIBANGSA.ID—Tulisan ini merupakan hasil rangkuman dari ulasan detikcom edisi Sabtu 13 Maret 2021.

Dalam artikelnya, detikcom mengurai kisah pembunuh sadis yang sempat eksis menghiasi ruang media.

Paling tidak, artikel ini menjadi referensi betapa kejamnya seorang pembunuh yang menghabisi korban lebih dari satu orang.

Daftar pembunuh kejam

Berikut, daftar pembunuh sadis sebagaimana ditulis detikcom, sabtu (13/3/2021) dan dirangkum energibangsa.

1. Ahmad Suradji

Ahmad Suradji merupakan pelaku pembunuhan terhadap 42 wanita yang mayatnya dikuburkan di perkebunan tebu di Desa Sei Semayang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kasus ini mulai terungkap pada 1997.

Pada pertengahan 1997, ada seorang pria yang menemukan mayat wanita berusia 21 tahun bernama Dewi di kebun tebu.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan 42 kerangka manusia di area perkebunan tebu tersebut.

Diketahui, kerangka yang ditemukan itu semuanya wanita dan berusia 13-27 tahun.

Hasil penyelidikan, Dewi pernah menemui dukun bernama Ahmad Suradji.

Ternyata mayoritas orang hilang itu pernah datang kepada Ahmad Suradji pula. Ahmad Suradji kemudian ditangkap.

Dalam pemeriksaan itu, Ahmad Suradji disebut mengaku telah membunuh 42 wanita.

Pembunuhan itu dilakukannya demi memenuhi hasrat menguasai ilmu hitam yang sedang dipelajarinya.

Agar ilmunya itu sempurna, Ahmad Suradji mengaku harus membunuh 70 wanita dan mengisap air liur korban. Dia divonis mati dan dieksekusi pada 2008.

2. Rio Martil

Namanya Rio Alex Bulo atau Rio Martil. Ia adalah pelaku pembunuhan empat orang di Jabar, Jateng, dan Jatim.

Tak tanggung-tanggung, ia menghabisi para korbannya dengan menggunakan martil.

Rio divonis hukuman mati oleh PN Purwokerto pada 14 Mei 2001.

Lalu, ia ditempatkan di LP Permisan, Nusakambangan, Cilacap, pada 2 Agustus 2004.

Di dalam LP Nusakambangan, Rio juga masih sempat membunuh hanya karena diledek. Kasusnya terjadi pada 2 Mei 2005.

Korban yang dibunuhnya, yakni pelaku koruptor senilai Rp40 miliar, Iwan Zulkarnaen.

Tiga tahun kemudian, Rio Martil dieksekusi, yakni pada 2008.

3. Dukun Usep

Adalah pria dengan nama lengkap Tubagus Yusuf Maulana. Ia familiar dengan nama Dukun Usep.

Usep dalam modusnya, memperdaya orang yang meminta bantuannya dengan janji bisa menggandakan uang.

Untuk mendatangkan kelipatan uang dalam jumlah besar, kliennya harus melaksanakan ritual menggali tanah dan minum air yang ternyata berisi racun.

Akibatnya, lima orang tewas pada 17 Mei 2007, sedangkan tiga lainnya tewas pada 19 Juli 2007.

Kedelapannya dikuburkan di liang lahat yang mereka gali sendiri itu.

Atas perbuatannya itu, Usep diproses dan dihukum mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung pada 10 Maret 2008.

Atas vonis itu, ternyata Usep menerima dan tidak mengajukan perlawanan hukum, baik banding, kasasi, PK, maupun grasi.

Artinya, Usep menyetujui vonis mati terhadap dirinya.

4. Baekuni alias Babeh

Enggak kira-kira, pembunuh satu ini nampaknya tak berhitung soal kematian. Pasalnya, pria dengan panggilan akrab Babe itu terbukti membunuh 14 pengamen jalanan.

Sadisnya lagi, empat korban diantaranya mati akibat dimutilasi dengan cara sadis.

Di persidangan, terdakwa mengakui perbuatan pembunuhan yang dilakukan dalam kurun waktu yang berkelanjutan.

Pada 6 Oktober 2010, Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada Babe.

Hukuman ini di bawah tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut hukuman mati.

Jaksa pun banding dan dikabulkan. Hukuman mati ini dikuatkan oleh MA dan telah berkekuatan hukum tetap.

5. Ryan ‘Jombang’

Mungkin diantara kalian ada yang masih ingat kasus Ryan Jombang? Sosok yang membunuh 11 orang?

Ya, nama lengkapnya Very Idham Henyansyah alias Ryan dari Jombang. Ia melakukan pembunuhan berantai atas kasus 11 korban.

Berkat ‘kepiawaiannya’ dalam membunuh itu, Ryan bahkan dijuluki sebagai “The Smiling Killer”.

Selain korbannya yang cukup banyak, yakni 11 orang, Ryan tega memutilasi korban terakhirnya, Heri Santoso, yang dibuang di Kebagusan, Jakarta Selatan.

Ryan membunuh Heri di Margonda Garden Residence, kamar 309, Jalan Margonda Raya, Depok, pada 2008. Ryan tega membunuh Heri karena cemburu.

Polisi kemudian membawa Ryan ke rumahnya di Jombang. Terungkap ada mayat Aril yang ditanam di belakang rumah.

Polisi curiga korban Ryan bukan cuma Heri dan Aril. Ryan terus diperiksa intensif.

Hingga akhirnya diketahui ada 10 jasad korban pembunuhan Ryan yang ditanamnya di belakang rumahnya. Total Ryan menghabisi 11 orang.

6. Rian ‘Bogor’

Mungkin saja pemuda bernama Muhamad Rian (21) masuk dalam daftar pembunuh kejam di Indonesia.

Pasalnya, belakangan ini terungkap, Rian membunuh 2 wanita di Bogor, Jawa Barat, usai dikencaninya.

Pertama, Rian menghabisi nyawa Diska. Mayat siswi SMA di Bogor itu ditemukan warga di pinggir Jalan Raya Cilebut, Kota Bogor, Kamis (25/2/2021) pagi.

Jasad Diska dimasukkan pelaku ke dalam plastik hitam.

Sebelumnya atau Rabu, 24 Februari, Diska diketahui beranjak dari rumahnya. Rian mengaku mengeksekusi Diska pada Kamis (25/2/2021) dini hari.

Polisi pun mencari keberadaan Rian hingga akhirnya berhasil ditangkap.

Dari hasil interogasi, ditemukan fakta ada korban lainnya.

Korban kedua adalah Elysa Lisnawati (23). Jenazah ibu satu anak tersebut dibuang Rian di lahan makam keramat Mbah Arya, Megamendung, Bogor.

Warga menemukan mayat Elsya terkapar di area makam pada Rabu (10/3/2021) pagi.

Korban diketahui pergi meninggalkan rumah sejak Selasa (9/3/2021). Keterangan kepada penyidik, Rian membunuh Elysa pada Selasa (9/3/2021) malam.

Rian menggunakan modus yang sama, yakni mengencani korbannya sebelum dibunuh.

Rian mencari korban secara acak melalui media sosial (medsos).

Setelah saling berkenalan dan berkomunikasi di medsos, ia kemudian mengajak calon korbannya untuk bertemu.

Agar calon korbannya tertarik, Rian mengiming-iminginya dengan sejumlah uang dan janji mengajak berkencan.

Kini Rian masuk dalam daftar ‘serial killer’ yang pernah eksis di Tanah Air. Miris! (dd)

Related Articles

Back to top button