fbpx
Kabar Daerah

Curhatan Tukang Parkir Kota Lama Semarang: Makin Lama Makin Susah

SEMARANG, energibangsa.id – Keberagaman destinasi wisata yang ada di Kota Semarang semakin marak adanya, dengan pembangunan segala fasilitas pendukung dari sarana dan prasarana bagi objek wisata tersebut.

Tidak sejalan dengan usaha pemerintah dalam menjadikan Ibukota Jawa Tengah ini menjadi kota yang lebih modern, tentram, dan nyaman berbanding terbalik dampaknya bagi pengusah-pengusaha kecil di sekitarnya.

Hal inilah yang dirasakan oleh pedagang kaki lima serta tukang parkir jalanan yang ada di Kota Lama Semarang.

Melansir dari Detik.com, para tukang parkir kini mengaku kesusahan untuk mendapatkan pemasukan parkir di pinggir jalan Kota Lama Semarang.

“Iya mas, kini untuk bisa parkir (bekerja memarkirkan kendaraan) di kota Lama Semarang semakin sulit, lihat saja itu kini dipasangi bangku di satu lorong yang biasanya dipergunakan untuk parkir kendaraan, padahal larong itu jarang sekali dilalui oleh para wisatawan,” kata tukang parkir di Kota Lama Semarang.

Ia membandingkan kondisi pada saat awal masa pandemi yang sudah mulai banyak wisatawan yang mengunjungi kota Lama Semarang.

“Di kota Lama Semarang kalau nggak hujan ramai pengunjung dengan menerapkan protokol kesehatan pastinya. Banyak anak muda yang datang dan para pedagang juga mulai banyak. Mulai ramai pengunjung di kota Lama Semarang sejak bulan September, itu mulai seperti normal,” kata petugas parkir tersebut.

“Tiap jam 8 malam ada razia masker, tapi setiap harinya sudah mulai ramai terus. Uang parkir sehari bisa dapat Rp 600 ribu tapi itu dibagi 4 orang. Tapi kini semakin sulit karena pembangunan di kota lama seperti pemasangan bangku di lorong kota lama Semarang ini,” ujarnya. (Ozan/EB)

Related Articles

Back to top button